Magetan — Net88.co — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur terus membangun pendekatan baru dengan merangkul kalangan pesantren, kiai, dan ulama.
Melalui momentum Safari Ramadan, Ketua DPW PSI Jawa Timur, F. Bagus Panuntun, melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Nurul Huda di Dusun Joso, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Kamis malam (19/04/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PSI untuk memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh agama. Rombongan disambut langsung oleh pengasuh pondok, K.H. Abdul Wahid, yang juga memberikan sejumlah nasihat kepada para kader PSI.
Dalam keterangannya, F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa silaturahmi dengan para kiai dan ulama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari pembentukan karakter politik partai.
“Kami menyadari bahwa peran kiai dan ulama sangat besar dalam membimbing masyarakat. Karena itu, PSI ingin lebih dekat, belajar, dan menyerap nilai-nilai yang diajarkan di pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, Safari Ramadan menjadi momentum tepat untuk membangun komunikasi yang lebih intens dengan kalangan pesantren di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kami berkeliling ke pondok-pondok pesantren, bersilaturahmi dengan para kiai. Ini bagian dari ikhtiar kami agar PSI tidak hanya dikenal sebagai partai anak muda, tetapi juga partai yang menghormati dan merangkul ulama,” jelasnya.
Bagus juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama kader PSI kerap mengikuti pengajian yang diasuh para kiai di wilayah Magetan dan Ngawi. Hal tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk membangun kedekatan secara kultural dan spiritual.
“Kami sering ikut pengajian para kiai. Banyak wejangan yang kami terima, terutama tentang etika, kesederhanaan, dan tanggung jawab dalam memimpin. Ini sangat penting bagi kami,” tambahnya.
Pendekatan ini, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi PSI untuk menciptakan keseimbangan antara semangat anak muda dan kebijaksanaan para tokoh senior.
“Kolaborasi itu kunci. Anak muda punya energi, kiai dan ulama punya kebijaksanaan. Kalau ini disatukan, akan menjadi kekuatan besar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Magetan, Hairil Anam, menyebut bahwa pendekatan kepada tokoh agama juga dilakukan secara berkelanjutan di tingkat daerah.
“Kami di Magetan terus menjalin komunikasi dengan para kiai dan tokoh masyarakat. Ini penting agar PSI bisa diterima dan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, dalam kunjungan tersebut PSI juga menyerahkan bantuan berupa parsel Lebaran dan beras kepada pihak pondok pesantren yang diterima langsung oleh K.H. Abdul Wahid.Melalui langkah ini, PSI Jawa Timur menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya bergerak di ruang politik modern, tetapi juga merangkul kekuatan sosial-keagamaan.
Kedekatan dengan kiai dan ulama diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik, khususnya di wilayah yang memiliki kultur pesantren yang kuat seperti Magetan dan sekitarnya. (DK)







