PAMEKASAN, NET88.CO — Lapas Kelas IIA Pamekasan tidak hanya panen telur, tapi juga cetak petani. Lewat program pemanfaatan lahan, warga binaan disulap jadi petani andal berkat kolaborasi dengan CV Ayunda Permata Sejahtera, Kelompok Tani Sandren Pamekasan Keren, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Samhari, Manajer Eksternal CV Ayunda Permata Sejahtera, menegaskan pihaknya jadi support utama.
“Kami support penuh fasilitas, modal, dan kebutuhan tanam. Warga binaan yang masa hukumannya hampir habis kita libatkan langsung. Mereka diajar alih teknologi — cara pemupukan yang benar, pemilihan benih unggul, sampai manajemen lahan,” ujarnya.
Program ini bukan sekadar tanam-panen.
“Tujuannya dua. Pertama skill, biar keluar Lapas mereka punya keahlian baru. Kedua terapi sosial, agar stigma negatif masyarakat hilang. Warga binaan harus jadi warga yang setara,” tegas Samhari.
Bahkan, setiap warga binaan yang bekerja mendapat premi yang ditabung.
“Keluar nanti sudah ada bekal modal di buku tabungan masing-masing dan siap kerja sesuai standar UMR,” katanya.
Perluasan Lahan & Ternak Kambing
Ke depan, program diperluas. Lahan baru di belakang Lapas akan dibuka untuk pertanian dan peternakan kambing.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah. Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sugandi memastikan pembinaan berlanjut.
“Kami bantu teknik pemanfaatan lahan dan peningkatan kualitas tanaman. Tidak berhenti di situ, kami juga bantu produksi peternakan, vaksin, dan kelompok tani binaan. Harapannya warga binaan lulus bawa pulang ilmu pertanian dan peternakan,” ucapnya.
Kakanwil: Ini Model Ketahanan Pangan Paling Dahsyat
Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim yang hadir saat petik semangka golden premium ikut memuji.
“Ini keberhasilan ketahanan pangan. Semangka golden manisnya luar biasa. Kolaborasi akademisi, pemerintah, dan pengusaha di Pamekasan ini paling dahsyat dan harus jadi contoh Lapas lain,” ujarnya.
Dari balik jeruji, Lapas Pamekasan buktikan pembinaan kemandirian bisa hasilkan petani mandiri dan pangan berkualitas.(Jo)

