NEWS  

Sumur Bor Sumbersalam dan Misteri Anggaran : Rp97,27 Juta untuk Accessories

Bondowoso, NET88.CO – Polemik pembangunan sumur bor PDAM di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, kembali memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul pertanyaan mengenai pengadaan tanah senilai sekitar Rp150 juta dan kondisi sumur bor yang belum berfungsi optimal, kini ditemukan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pengadaan Accessories Pembuatan Sumur Bor tahun 2024.

Dalam dokumen tersebut, nilai pekerjaan tercantum sebesar Rp97.273.000 setelah pembulatan. RAB tertanggal 13 Mei 2024 itu memuat sejumlah kebutuhan, antara lain pipa galvanis, pipa screen, reducer, gravel pack, bottom plug, flange, betoniser, strip plat, kawat, shock drat, plug dan pipa galvanis lainnya.

Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian.

Nilai Rp97,273 juta tersebut bukan keseluruhan biaya pembangunan sumur bor.

RAB secara spesifik menyebut pekerjaan “Pengadaan Accessories Pembuatan Sumur Bor”. Sementara komponen penting seperti pompa dan motor pompa tidak tercantum dalam RAB tersebut.

Demikian pula dengan pengadaan tanah, yang sebelumnya menjadi sorotan karena nilainya disebut mencapai sekitar Rp150 juta.

Jika Dijumlahkan, Sudah Rp247 Juta Lebih

BACA JUGA :
Fthree Cafe Garden Cafe Viral, Tempat Favorit Warga Simeulue Bukber Bersama

Dari dua nilai yang muncul dalam rangkaian dokumen dan informasi yang telah ditelusuri, terdapat sedikitnya:

Pengadaan tanah: ±Rp150 juta

Pengadaan accessories sumur bor: Rp97,273 juta

Sehingga nilainya mencapai sekitar Rp247,273 juta.

Itu pun belum memasukkan biaya pompa dan motor pompa, serta perlu dipastikan apakah terdapat biaya pekerjaan pengeboran, instalasi, jaringan perpipaan, kelistrikan dan komponen lainnya yang berasal dari anggaran atau sumber pembiayaan berbeda.

Dengan kata lain, Rp247 juta tersebut belum bisa disebut sebagai total keseluruhan investasi sumur bor. Justru angka itu menjadi pintu masuk untuk mempertanyakan berapa sebenarnya total uang yang telah dikeluarkan sampai fasilitas tersebut benar-benar berfungsi.

Ratusan Juta, Tetapi Apa Hasil Akhirnya?

Di sinilah persoalan utama muncul.

Publik tentu tidak cukup hanya diberi informasi mengenai berapa uang yang dianggarkan. Yang jauh lebih penting adalah apa hasil yang diperoleh dari uang tersebut.

Jika tanah telah dibeli, accessories telah dianggarkan atau dibelanjakan, tetapi sumur bor belum berfungsi sebagaimana tujuan pembangunannya, maka perlu ada penjelasan mengenai status pekerjaan, progres fisik, status aset dan penggunaan anggarannya.

BACA JUGA :
Jaksa Agung RI Instruksikan Kejati dan Kejari Gandeng SMSI Kawal Program Jaga Desa

Pertanyaannya sederhana:

Berapa total dana yang sudah dikeluarkan?

Untuk apa saja dana tersebut digunakan?

Dari sumber anggaran mana masing-masing komponen dibiayai?

Dan yang paling penting:

Mengapa setelah anggaran ratusan juta terserap, keberadaan dan fungsi sumur bor tersebut masih menjadi persoalan?

Jangan Sampai Anggaran Terpecah, Tetapi Gambaran Totalnya Hilang

Temuan RAB ini juga memunculkan kebutuhan untuk melihat proyek secara utuh, bukan per item secara terpisah.

Pengadaan tanah bisa mempunyai dokumen sendiri. Accessories sumur bor bisa mempunyai RAB sendiri. Pompa dan motor pompa bisa saja mempunyai pengadaan tersendiri.

Namun bagi masyarakat, semuanya merupakan bagian dari satu tujuan: menyediakan sumur bor yang dapat dimanfaatkan.

Karena itu, apabila pembiayaannya berasal dari beberapa pos atau dokumen berbeda, justru harus ada rekonsiliasi yang menunjukkan total biaya pembangunan satu unit sumur bor.

Tanpa penjelasan tersebut, publik hanya melihat potongan-potongan angka.

Rp150 juta untuk tanah. Rp97,273 juta untuk accessories. Pompa dan motor belum tercantum. Lalu berapa total akhirnya?

BACA JUGA :
Salut, Aksi Bripka Supriyadi Bantu Warga Yang Cacat dan Tuna Wicara ke TPS untuk melakukan Pencoblosan Pilkades Di Desa Pamoroh

Bang Juned: Jangan Hanya Bicara Anggaran, Tunjukkan Hasilnya

Ketua DPC Bara Nusa Bondowoso, Bang Juned, sebelumnya menyoroti perlunya keterbukaan dalam pengadaan tanah dan pembangunan sumur bor di Sumbersalam.

Dalam konteks temuan RAB terbaru tersebut, perhatian utamanya adalah memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hasil akhirnya di lapangan.

“Yang harus dibuka bukan hanya berapa anggarannya. Masyarakat juga harus tahu uang itu digunakan untuk apa, asetnya sekarang bagaimana dan apakah hasil pekerjaannya benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurutnya, jika setiap komponen memiliki anggaran tersendiri, maka harus dapat dijelaskan keterkaitannya sehingga tidak muncul kesan bahwa proyek dibangun secara parsial tanpa gambaran total biaya.

NET88.CO akan menelusuri lebih jauh dokumen pengadaan, bukti realisasi pembayaran, kontrak, status tanah, pengadaan pompa dan motor pompa, serta pencatatan asetnya.

Sebab pertanyaan publik bukan hanya “berapa uang yang dianggarkan?”, tetapi:

“BERAPA UANG YANG SUDAH DIKELUARKAN, UNTUK APA, DAN DI MANA HASILNYA?”

Penulis : Hasan

error: Content is protected !!