NEWS  

Gejolak Tambang Sayutan Parang Memanas, Warga Ancam Bakar Alat Berat

MAGETAN — Net88.co — Penolakan warga terhadap aktivitas tambang galian C di Dukuh Jeruk, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan terus memanas. Setelah aksi protes sebelumnya dinilai tidak mendapat tanggapan serius dari pihak perusahaan, ratusan warga kembali turun ke lokasi tambang milik CV Persada Tunggal Abadi pada Senin (18/05/2026).

Sekitar 200 warga mendatangi area tambang dengan tuntutan tegas agar aktivitas penambangan dihentikan dan alat berat berupa ekskavator segera dipindahkan dari lokasi. Massa menilai keberadaan tambang terlalu dekat dengan permukiman warga, area makam, serta sumber mata air (belik) yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat sekitar.

Aksi tersebut menjadi bentuk akumulasi kekecewaan warga yang merasa aspirasi dan kekhawatiran mereka selama ini tidak pernah direspons secara serius oleh pihak perusahaan.

BACA JUGA :
Ratusan Warga Sayutan Demo Tolak Tambang Galian C di Dekat Permukiman

Muhammad, Seorang warga yang ikut dalam aksi saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon mengatakan, massa mendatangi lokasi tambang, tidak satu pun perwakilan dari pihak CV Persada Tunggal Abadi berada di lokasi untuk menemui warga.

“Tadi ada sekitar 200 warga yang mendatangi tambang, tapi satupun dari pihak CV tidak ada yang berada di lokasi tambang dan menemui kami. Hanya ada alat beratnya saja,” ujarnya.

Ketiadaan pihak perusahaan di tengah memuncaknya ketegangan justru semakin menyulut emosi massa. Warga kemudian memberikan ultimatum agar alat berat segera dipindahkan dalam waktu 1×24 jam.

“Ya kami menuntut penghentian aktivitas tambang dan alat berat dipindahkan. Jika dalam 1×24 jam tidak dipindahkan maka akan kami bakar,” tegasnya.

BACA JUGA :
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman Hadiri Wisuda VI STIS As-Salafiyah Pamekasan

Meski situasi sempat memanas, aksi warga berlangsung dalam pengawasan aparat keamanan. Namun menurut warga, di lokasi hanya terdapat personel dari TNI yang datang memantau situasi.

“Tadi di lokasi hanya ada dari Koramil yang datang,” imbuhnya.

Penolakan warga terhadap tambang di Dukuh Jeruk bukan tanpa alasan. Selain berada di tengah lingkungan permukiman, warga juga khawatir aktivitas pengerukan akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan mengancam keberadaan sumber air yang selama ini digunakan masyarakat sehari-hari.

Tak hanya itu, keberadaan tambang yang disebut berdekatan dengan area makam warga juga memicu keresahan sosial di tengah masyarakat. Warga menilai aktivitas tambang di kawasan tersebut tidak memperhatikan aspek lingkungan maupun sensitivitas sosial masyarakat sekitar.

BACA JUGA :
Kontes Seni Burung Berkicau di Pasar Sapi Desa Locare Berjalan Dengan Lancar

Situasi ini sekaligus memperlihatkan lemahnya komunikasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat terdampak. Hingga aksi lanjutan dilakukan, warga mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan terbuka terkait legalitas tambang, kajian dampak lingkungan, maupun jaminan keamanan bagi pemukiman dan sumber air warga.

Polemik tambang Sayutan kini menjadi perhatian serius masyarakat luas. Di tengah meningkatnya tensi penolakan, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan sebelum konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Masyarakat juga mendesak untuk melakukan kajian terbuka terkait dampak lingkungan tambang tersebut, sekaligus memastikan apakah aktivitas penambangan telah memenuhi seluruh ketentuan hukum dan perlindungan lingkungan yang berlaku. (Vha)

error: Content is protected !!