MAGETAN — Net88.co — Relawan Paguyuban Wong Magetan (PWM) menerima kunjungan rombongan wisata dan pelaku komunitas dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang datang menggunakan tiga armada bus. Kunjungan tersebut dipusatkan di Rumah Promosi Magetan (RPM) sebagai upaya mengenal lebih dekat produk-produk unggulan asli Bumi Lawu.
Ketua Relawan PWM Magetan, Candra Darusman, membenarkan bahwa kedatangan rombongan dari Lumajang itu tidak sekadar wisata, namun juga sarat dengan misi edukasi dan silaturahmi antardaerah.
“Rombongan dari Lumajang datang ingin melihat langsung dan mengetahui produk unggulan Magetan. Ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga lintas kabupaten,” ujar Candra saat ditemui di sela kegiatan. Minggu, (11/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Relawan PWM bersama anggotanya berkomitmen untuk turut aktif mempromosikan berbagai potensi lokal Magetan, mulai dari sentra kerajinan batik, produk kulit, hingga aneka makanan dan minuman khas hasil UMKM.
“Kami tidak ingin Magetan hanya dikenal dari satu sektor saja. Selain kulit, Magetan punya batik, produk kerajinan, serta kuliner khas yang kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain,” tegasnya.
Tak hanya itu, rombongan dari Lumajang juga memberikan kesan positif terhadap ikon pariwisata Magetan, Telaga Sarangan. Menurut Candra, letak geografis Magetan yang berada di kaki Gunung Lawu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“Magetan memiliki nilai lebih karena berada di kawasan pegunungan. Udara yang sejuk dan cenderung dingin menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk datang dan berlama-lama,” ungkapnya.
Menanggapi maraknya pemberitaan viral terkait dugaan praktik getok harga di kawasan Sarangan, Candra mengimbau agar wisatawan lebih selektif dalam memilih tempat makan maupun berbelanja.
“Kami mengimbau pengunjung agar memilih warung atau rumah makan yang mencantumkan daftar harga secara jelas. Ini penting agar wisata tetap nyaman dan tidak menimbulkan kesan negatif,” pesannya.
Ke depan, Candra berharap promosi wisata Magetan tidak hanya terfokus pada Telaga Sarangan semata, melainkan juga mengangkat produk-produk unggulan daerah agar menjadi rujukan wisatawan.
“Harapan kami, wisatawan yang datang ke Magetan tidak hanya mengenal Sarangan, tetapi juga menjadikan batik, kerajinan, dan makanan khas Magetan sebagai bagian dari tujuan wisata,” pungkasnya. (Vha)







