NEWS  

Tekan Inflasi, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Lebaran

SUMENEP, NET88.CO – Kabupaten Sumenep tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Jawa Timur pada Februari 2026. Menghadapi kondisi tersebut sekaligus mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menekan inflasi daerah.

Program tersebut dijalankan melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan guna menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Moh. Ramli, menjelaskan bahwa pelaksanaan gerakan pangan murah dilakukan secara terjadwal di sejumlah titik yang telah ditentukan.

BACA JUGA :
Tok! DPRD Dan Pemerintah Provinsi Kep. Babel Dukung Penuh G20 Di Pulau Belitong

“Gerakan pangan murah ini merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah provinsi, tim pengendali inflasi, serta berbagai OPD terkait sebagai langkah konkret menekan inflasi di daerah,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan enam titik lokasi pasar murah yang akan dilaksanakan secara bergilir di sejumlah wilayah di Sumenep.

“Kegiatan terdekat akan dipusatkan di sekitar area Taman Bunga Sumenep, Kecamatan Kota. Pelaksanaannya diatur agar tidak terjadi antrean yang membludak,” katanya.

BACA JUGA :
Bimtek Dan Sertifikasi Vocational School Graduate Academy (VSGA) Digelar, Sarbini : Saya Melihat Adanya Potensi Besar

Selain pasar murah keliling, pemerintah juga menyediakan fasilitas permanen berupa Kios Tekan Inflasi yang berada di Pasar Anom Sumenep. Kios tersebut beroperasi hampir setiap hari untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Salah satu komoditas yang dijual di kios tersebut adalah minyak goreng merek Minyakita dengan harga Rp15.700 per liter sesuai ketentuan pemerintah. Meski demikian, ketersediaan stok setiap harinya masih terbatas.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan perkembangan harga berbagai komoditas sepanjang Februari 2026 mengalami tren kenaikan.

BACA JUGA :
Metode Monitoring Door to Door Untuk Pengolahan Limbah

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur, Ike Rahayu Sri, menyebutkan bahwa inflasi tertinggi di Jawa Timur terjadi di Sumenep.

“Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 6,37 persen dengan IHK sebesar 115,44. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 3,96 persen dengan IHK sebesar 108,65,” ujarnya di Surabaya, Selasa (3/3/2026).

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu menjelang momentum Lebaran.
Moo/Red

error: Content is protected !!