NEWS  

Dugaan Setoran Rp5 Juta per Desa di Dasuk Disorot, Bang Edy Desak APH Panggil Pendamping Desa BB

SUMENEP, NET88.CO – Dugaan permintaan uang kepada pemerintah desa di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan. Ketua Aliansi Sumenep Bangkit, Bagus Junaidi alias Bang Edy, mendesak aparat penegak hukum (APH) menelusuri informasi tersebut dan memanggil pendamping desa berinisial BB untuk memberikan klarifikasi.

Dugaan tersebut berdasarkan keterangan salah satu kepala desa di Kecamatan Dasuk yang meminta identitasnya dirahasiakan. Narasumber menyebut, pada Tahun Anggaran 2025 terdapat pembayaran sebesar Rp5 juta per desa, sedangkan pada pencairan tahap pertama Tahun Anggaran 2026 disebut kembali ada pembayaran Rp1 juta per desa.

Menurut narasumber, uang tersebut disebut berkaitan dengan pembuatan RAPBDes dan SPJ. Namun, hal itu dipertanyakan karena setiap desa telah memiliki operator yang membantu pekerjaan administrasi dan dokumen pemerintahan desa.

BACA JUGA :
Bimluh Tertib Lalin, Satlantas Polres Pasuruan Kota Sasar Pengunjung CFD

Persoalan tersebut semakin menjadi pertanyaan karena pendamping desa pada dasarnya telah mendapatkan honorarium atau penghasilan melalui program pemerintah, sehingga Bang Edy menilai perlu ada kejelasan apabila masih terdapat permintaan pembayaran kepada pemerintah desa di luar mekanisme resmi.

BACA JUGA :
Puluhan Motor Barang Bukti Tak Jelas Nasibnya, Polres Bangkalan Didesak Buka Fakta Sebenarnya

Jika pembayaran Rp5 juta benar dilakukan oleh seluruh 15 desa di Kecamatan Dasuk, nilainya mencapai Rp75 juta. Ditambah dugaan pembayaran Rp1 juta per desa pada 2026 sebesar Rp15 juta, maka secara hitungan totalnya mencapai Rp90 juta.

Bang Edy meminta APH, DPMD, dan Inspektorat Kabupaten Sumenep tidak mengabaikan informasi tersebut.

“Kalau memang ada permintaan uang atau fee kepada kepala desa, harus jelas dasar, mekanisme dan peruntukannya. Pendamping desa sudah mendapatkan penghasilan dari pemerintah melalui program pendampingan. Karena itu, kalau masih ada pembayaran dari desa, harus diperiksa apakah memang ada dasar resminya,” tegas Bang Edy.

Ia menambahkan, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pembayaran tersebut benar terjadi, siapa yang meminta, kepada siapa uang diserahkan, serta pekerjaan apa yang menjadi dasar pembayaran.

Sementara itu, saudara inisial BB telah coba dikonfirmasi NET88.CO melalui WhatsApp, namun hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan.

NET88.CO membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi BB maupun pihak terkait lainnya.

Moo/Red

error: Content is protected !!