NEWS  

Berdalih Sudah di Handle Salah Satu Perangkat Desa, Ketua Pokmas PTSL Mategal Enggan Diwawancarai Wartawan

Magetan || Net88.co || Kejanggalan datang dari pelaksanaan pembagian Sertifikat PTSL di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Penyerahan sertifikat tahap kedua tersebut diwarnai sejumlah drama dari Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL setempat.

Kejadian bermula, saat sejumlah wartawan akan melakukan sesi wawancara terkait jalannya acara penyerahan sertifikat pada Ketua Pokmas Desa setempat yang bernama Adi Susanto, namun disaat yang sama pihak awak media mendapat penolakan darinya dengan dalih bahwa semua sudah dihandle/diserahkan pada seorang perangkat desa, bahkan pihaknya terkesan menghindar dan enggan menemui.

“Tidak usah wawancara mas/mbak semua sudah saya serahkan pada mas Muji,” katanya.

BACA JUGA :  Lapas Pamekasan Wisuda 8 Orang Purna Tugas, Semarakan Hari Lahir Kemenkumham RI

Diketahui seseorang yang disebutkan oleh Adi Susanto tersebut merupakan salah satu perangkat desa di Mategal. Adanya statement yang dilontarkan Ketua Pokmas itu menimbulkan pertanyaan awak media, kuat dugaan bahwa kapasitas pokmas dikendalikan oleh salah satu perangkat desa tersebut.

Tak sampai disitu, awak media juga melakukan konfirmasi pada salah satu perangkat desa mengenai statement itu, dirinya berdalih bahwa maksud dari pernyataan yang dilontarkan oleh Ketua Pokmas hanyalah terkait menerima tamu dari rekan-rekan wartawan.

BACA JUGA :  Antisipasi Panci Buying, Polsek Larangan Perketat Pengawasan

“Jadi maksudnya menghandle itu bukan masalah proses PTSLnya, tapi saya memang diserahi untuk menerima rekan-rekan wartawan,” ujarnya dengan nada bicara yang sedikit tinggi.

Meski begitu awak media sempat sedikit beradu argumen dengan perangkat desa tersebut, dan dalam beberapa kesempatan pihaknya selalu menekankan dan mengaitkan bahwa ia dan rekan-rekan wartawan notabenenya sama-sama orang lapangan.

“Aku juga orang lapangan, jadi sama-sama lah,” serunya.

Dari kalimat yang dilontarkannya, menimbulkan kebingungan bagi para awak media yang hadir meliput, bahkan ada yang berspekulasi bahwa perkataan tersebut bermaksud lebih ke arah gertakan dengan tujuan agar yang diajak bicara merasa takut dan segan.

BACA JUGA :  Pendeta Gereja Utusan Pantekosta, Apresiasi Polres Ponorogo Ciptakan Suasana Ibadah Natal Aman dan Khidmat

Disisi lain, usai adanya sedikit ketegangan dengan beberapa awak media, Ketua Pokmas PTSL Mategal akhirnya mau untuk diwawancarai.

Sebagai informasi, Panitia PTSL Desa Mategal melakukan penyerahan tahap kedua 815 bidang sertifikat tanah, Senin, (11/12/2013), kemarin. Pada tahun 2023 ini, Desa Mategal mendapat kuota sebanyak 1.407 bidang tanah, dengan biaya penarikan sebesar Rp 500 ribu rupiah. (Vha)

vvvv