NEWS  

Tanpa 5W1H dan Verifikasi, Agus Kliwir : Berita Bisa Jadi Ancaman Demokrasi

SEMARANG – Fenomena akun media sosial yang mengaku sebagai wartawan kembali menuai kritik keras.

Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir hari ini menilai praktik tersebut membahayakan dunia jurnalistik.

Ia menegaskan, tidak semua akun YouTube, Facebook, maupun TikTok yang mengunggah konten berita bisa disebut media resmi.

BACA JUGA :
Akas Taklukkan Singa Maruta, Sabet Juara Turnamen Bola Kasti Rakyat Season 3 Desa Gebangan

Standar pers telah diatur jelas oleh Dewan Pers, termasuk kewajiban berbadan hukum dan memiliki struktur redaksi.

“Sekarang banyak yang mengaku pewarta. Ketika dikonfirmasi, link beritanya dihapus. Ini patut diduga ada praktik tidak etis,” katanya, Minggu (1/3/26).

BACA JUGA :
Kenang Jasa Para Pahlawan, Lapas Pamekasan Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-78

Agus Kliwir menyoroti adanya oknum yang diduga menggunakan pola tekanan terhadap narasumber.

Bahkan, menurutnya, sebagian justru menakut -nakuti dengan dalih pemberitaan.“Itu bukan kerja jurnalistik. Itu tindakan yang mencederai profesi wartawan,” imbuh Agus Kliwir dengan nada tegas

BACA JUGA :
Lapas Narkotika Pamekasan Lakukan Cek HIV bagi Warga Binaan Baru

Ia mengingatkan bahwa opini publik sangat dipengaruhi kejelasan narasi, dan teknis penyampaian informasi. Jika tidak profesional, dampaknya bisa memicu keresahan.

Perusahaan pers di wilayah Eks Karesidenan Pati memperkuat integritas, dan menjaga marwah jurnalistik di tengah tantangan digital yang kian kompleks”, pungkasnya.(red)

error: Content is protected !!