SUMENEP NET88.CO – Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tarbiyatus Syibyan, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, kembali mencuat. Setelah sebelumnya dikeluhkan adanya temuan sayur dan lauk berulat, kini muncul dugaan penggelembungan (mark up) anggaran menu yang dibagikan kepada siswa.
Sejumlah wali murid menilai persoalan ini bukan lagi sekadar soal teknis dapur, melainkan menyangkut integritas pengelolaan anggaran. Mereka mempertanyakan apakah kualitas dan jumlah menu yang diterima sudah sebanding dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat melalui program yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka tersebut.
“Dulu ada sayur dan lauk berulat, sekarang muncul dugaan mark up. Jangan sampai ini terus berulang,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Dokumentasi menu tiga hari yang beredar menunjukkan paket berisi buah, telur, susu kemasan kecil, serta makanan ringan dan kue dalam wadah plastik. Orang tua siswa mempertanyakan kesesuaian nilai anggaran dengan komposisi menu tersebut.
Mereka menegaskan, meski program ini berlabel “gratis”, sumber pembiayaannya tetap berasal dari APBN. Karena itu, setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan secara transparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Tarbiyatus Syibyan Jadung Dungkek belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Masyarakat mendesak adanya audit dan evaluasi menyeluruh agar program peningkatan gizi anak tidak justru tercoreng oleh persoalan yang berulang.
Jika tidak segera dibenahi, polemik ini dikhawatirkan semakin menggerus kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program di tingkat daerah.
Moo/Red

