SUMENEP, NET88.CO – Kepala Desa Tambakagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Syamsul, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik siaran langsung (live) TikTok bersama Bupati Situbondo yang viral dan menuai sorotan publik.
Dalam keterangannya, Syamsul menegaskan bahwa saat melakukan live tersebut, dirinya tidak berbicara dalam kapasitas sebagai kepala desa, melainkan sebagai “Syamsul tiktoker” yang selama ini dikenal aktif membantu warga, khususnya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami musibah di luar negeri.
“Saya sampaikan kepada seluruh netizen Sumenep, bahwa saat live itu saya tidak berbicara sebagai kepala desa, tapi sebagai Syamsul tiktoker yang sering membantu saudara-saudara kita TKI yang terkena musibah di negara orang,” ujar Syamsul.
Ia juga meluruskan bahwa dalam percakapan tersebut dirinya bukan meminta bantuan secara langsung, melainkan memohon solusi terkait kebutuhan ambulans untuk kegiatan kemanusiaan yang selama ini dijalankannya.
“Saya bukan meminta, tapi memohon solusi. Barangkali yayasan saya bisa mendapatkan mobil ambulans, misalnya bantuan dari provinsi,” jelasnya.
Menurutnya, komunikasi tersebut dilakukan bukan dalam kapasitas formal antar kepala daerah, melainkan sebagai sesama kreator di media sosial.
“Saya tidak meminta kepada Mas Rio sebagai Bupati Situbondo, tapi kepada Mas Rio sebagai tiktoker juga. Karena beliau punya pengikut banyak dan sedang viral, jadi harapannya bisa membantu menyuarakan,” tambahnya.
Syamsul menegaskan, tujuan dari penyampaian tersebut adalah untuk mencari perhatian publik dan membuka peluang bantuan bagi kegiatan sosial yang selama ini ia lakukan, khususnya dalam membantu pemulangan jenazah TKI.
Meski demikian, ia mengakui bahwa komunikasi di ruang publik bisa menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.
“Saya menghargai semua masukan. Ini jadi evaluasi agar ke depan lebih berhati-hati dalam menyampaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi live tersebut menuai kritik dari sejumlah warga yang menilai langkah Syamsul tidak mencerminkan etika sebagai kepala desa dan dianggap merendahkan pemerintah daerah Sumenep.
Dengan klarifikasi ini, Syamsul berharap masyarakat dapat memahami konteks sebenarnya dari siaran langsung yang viral tersebut.
(Moo/Red)

