NEWS  

SPPG Pamolokan Terus Berbenah, Menu Tuai Apresiasi Warganet, Orang Tua Murid dan Guru

SUMENEP, NET88.CO — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamolokan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dalam program pemenuhan gizi bagi para pelajar. Berbagai dukungan, kritik, dan saran dari masyarakat, orang tua murid, hingga pihak sekolah dinilai menjadi bagian penting untuk memperbaiki layanan ke depan.

Belakangan, aktivitas dan menu makanan yang disajikan oleh SPPG Pamolokan juga ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui akun TikTok resmi SPPG Pamolokan, sejumlah unggahan menu makanan yang disiapkan untuk para siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat banyak tanggapan positif dari warganet, orang tua murid, hingga guru.

Menu yang ditampilkan terlihat lengkap dan bergizi, mulai dari nasi, lauk pauk, sayur hingga buah. Hal tersebut membuat banyak warganet memberikan apresiasi terhadap kualitas menu yang disajikan.

Salah satu pengguna TikTok dengan akun @DANZZZ HS menuliskan pujiannya di kolom komentar.

“Patut diacungkan jempol buat SPPG Pamolokan, menunya selalu yang terbaik buat anak didik 👍,” tulisnya.

Komentar lain datang dari akun @orang? yang mengaku terkesan dengan menu yang disajikan dan berharap pelayanan serupa juga dirasakan di sekolah anaknya.

BACA JUGA :
Jelang Buka Puasa, Ketua Bhayangkari Simeulue bersama Polwan Membagikan Takjil Gratis

“Wah enak ini SPPG-nya, benar-benar amanah. Coba yang SD anakku seperti ini, mantap ini Pamolokan SPPG-nya,” tulisnya.

Sementara akun @wingre123 juga ikut memberikan tanggapan positif terhadap menu yang ditampilkan.

“Hemmm… enak mau kak, mbg Pamolokan emang mantappppppppp,” tulisnya.

Kepala SPPG Pamolokan, Wildan, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan masukan terhadap program tersebut.

“Sebagai Kepala SPPG Pamolokan, kami berkomitmen untuk menjalankan program pemenuhan gizi ini dengan sebaik-baiknya. Seluruh proses mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada para siswa kami lakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kualitas gizi yang telah ditetapkan,” ujar Wildan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan yang kadang muncul di lapangan, seperti temuan pada sayuran, seringkali disebabkan karena bahan yang digunakan merupakan sayur segar.

Menurutnya, dalam beberapa kasus, sayuran segar memang terkadang masih terdapat ulat kecil. Namun setelah melalui proses pencucian dan pengolahan, biasanya sudah tidak ada lagi.

BACA JUGA :
Respon Cepat Polisi Amankan Terduga Pelaku Pencurian Barang di Jok Sepeda Motor

“Kadang-kadang orang melihat di TV ada sayur yang ada ulatnya. Itu biasanya karena sayurnya memang segar. Tapi setelah dicuci dan dimasak biasanya sudah bersih. Yang jelas kami selalu memastikan bahan makanan yang digunakan tetap layak dan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Wildan juga mengaku bersyukur karena program pemenuhan gizi bagi pelajar mendapat dukungan luas dari masyarakat. Ia menilai berbagai kritik dan saran justru menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik.

“Alhamdulillah, semua ini luar biasa. Dukungan dan saran dari berbagai pihak sangat kami hargai. Semoga Allah membalas kebaikan semua yang telah memberikan masukan demi perbaikan program ini,” ujarnya.

Selain kualitas makanan, pihak SPPG Pamolokan juga terus melakukan evaluasi pada sistem distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat, termasuk kemungkinan penambahan armada distribusi agar pengiriman makanan bisa lebih tepat waktu.

Ia mengakui bahwa pada hari-hari tertentu, terutama hari Jumat, distribusi sering kali memiliki tantangan tersendiri. Karena itu pihaknya melakukan penyesuaian menu agar lebih praktis.

BACA JUGA :
Pemprov Babel Masuk Nominasi Paritrana Award 2021

“Untuk hari Jumat kami biasanya menyiapkan menu yang lebih praktis. Selain lebih mudah didistribusikan, anak-anak juga bisa langsung membawa pulang jika diperlukan,” katanya.

Wildan juga menekankan pentingnya komunikasi antara pihak sekolah dan pengelola program MBG agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diselesaikan.

“Yang terpenting adalah komunikasi. Jika ada masalah di lapangan, sebaiknya saling konfirmasi antara sekolah dan pihak pengelola agar bisa segera ditemukan solusinya,” tambahnya.

Dengan berbagai evaluasi yang terus dilakukan, SPPG Pamolokan berharap pelayanan program pemenuhan gizi ini dapat berjalan semakin baik serta memberikan manfaat nyata bagi para pelajar.

“Kami berharap program ini benar-benar memberikan manfaat bagi para pelajar, sehingga mereka dapat memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mendukung kesehatan dan proses belajar mereka. Ke depan kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan yang diberikan semakin baik dan dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan program serupa di tempat lain,” pungkasnya.
Moo/Red

error: Content is protected !!