Tradisi Turun-Temurun Jadi Momentum Bersyukur, Mengenang Leluhur dan Mempererat Kebersamaan Warga
SITUBONDO | NET88.CO – Pemerintah Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, menggelar tradisi Selamatan Desa, Sabtu (29/8/2026). Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan warga.
Kegiatan diawali dengan berkumpulnya masyarakat bersama perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selanjutnya, warga melakukan iring-iringan menuju makam Juk Sela, sosok yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai pembabat atau tokoh pendiri Desa Gebangan.
Dalam prosesi tersebut, masyarakat membawa beragam hasil bumi dan makanan sebagai simbol rasa syukur atas rezeki serta hasil pertanian yang diperoleh.
Setibanya di area makam Juk Sela, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tawasul dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan memohon keselamatan dan keberkahan bagi Desa Gebangan beserta seluruh masyarakatnya, sekaligus mengenang jasa para leluhur yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah desa.
Kegiatan Selamatan Desa tersebut turut dihadiri Camat Kapongan, Kapolsek Kapongan, Danramil Kapongan, jajaran Pemerintah Desa Gebangan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran unsur pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat dalam satu rangkaian tradisi tersebut semakin memperlihatkan kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong warga Desa Gebangan.
Warga Berebut Hasil Bumi
Suasana semakin meriah setelah rangkaian tawasul dan doa bersama selesai. Warga kemudian berebut hasil bumi dan makanan yang sebelumnya dibawa dalam prosesi menuju makam Juk Sela.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bagian yang dinantikan masyarakat dalam setiap pelaksanaan Selamatan Desa. Selain menjadi simbol rasa syukur, pembagian dan perebutan hasil bumi juga mencerminkan kegembiraan serta kebersamaan warga dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan para pendahulu.
Masyarakat setempat memaknai hasil bumi yang diperoleh dalam prosesi tersebut sebagai simbol keberkahan sekaligus harapan agar kehidupan dan hasil pertanian masyarakat pada tahun mendatang semakin baik.
Kepala Desa Gebangan menyampaikan bahwa Selamatan Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
“Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa syukur kepada Allah SWT, serta mengenang jasa para leluhur yang telah membuka dan membangun Desa Gebangan,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian tradisi menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal sejarah desa serta memahami nilai kebersamaan, gotong royong dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu.
Seluruh rangkaian Selamatan Desa Gebangan berlangsung aman, tertib dan penuh kekeluargaan. Antusiasme masyarakat yang hadir juga menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Melalui Selamatan Desa, warga Gebangan tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga menjadikan tradisi sebagai ruang untuk bersyukur, berdoa dan mempererat persaudaraan demi keselamatan serta kemajuan desa.
(Redaksi)

