NEWS  

Pernah Merasa Salah Jurusan, Evelyn Imeldinata Pilih Bertahan di Akuntansi hingga Lulus 3,5 Tahun

Jakarta — Di balik ketertarikannya pada dunia entertainment, Evelyn Imeldinata memiliki perjalanan pendidikan yang penuh pertimbangan. Ia mengaku pernah merasa salah jurusan karena passion-nya lebih mengarah pada dunia hiburan. Meski demikian, Evelyn memilih bertahan dan menyelesaikan pendidikan Akuntansi yang telah dipelajarinya sejak sekolah menengah kejuruan (SMK).

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan Evelyn yang dibagikan dalam acara Kick Andy di Metro TV. Di tengah aktivitasnya sebagai content creator dan keterlibatannya dalam industri kreatif, ia tetap berusaha menyelesaikan pendidikan sekaligus mencari cara untuk terus mengembangkan passion-nya.

Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Evelyn berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi dengan konsentrasi perpajakan di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie dalam waktu 3,5 tahun. Menurutnya, konsistensi belajar dan kebiasaan menetapkan target menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Passion di Dunia Entertainment, tetapi Memilih Menuntaskan Akuntansi

Evelyn mengungkapkan bahwa ketertarikannya sebenarnya lebih dekat dengan dunia entertainment. Namun, ia merasa sayang jika harus meninggalkan pendidikan Akuntansi begitu saja, terlebih bidang tersebut sudah dipelajarinya sejak SMK.

BACA JUGA :
Reses Di Tiga Lokasi, Hellyana Srikandi PPP Babel Jelaskan Ini

Di satu sisi, Evelyn ingin mengeksplorasi bidang yang sesuai dengan minatnya. Di sisi lain, ia juga memiliki keinginan kuat untuk menuntaskan pendidikan yang telah diperjuangkan. Pada akhirnya, ia memilih melanjutkan kuliah dan menjadikan kelulusan sebagai salah satu prioritasnya.

Keputusan tersebut membuat Evelyn sempat vakum cukup lama dari dunia entertainment demi berfokus pada pendidikan. Ia ingin memastikan target kelulusannya tercapai sebelum kembali mengeksplorasi berbagai peluang di industri kreatif.

Mulai Konsisten Belajar Sejak Semester Empat

Perubahan dalam perjalanan akademik Evelyn mulai terasa ketika ia memutuskan untuk lebih konsisten belajar sejak semester empat. Sejak saat itu, ia semakin serius menyusun strategi agar dapat menyelesaikan kuliah dalam waktu lebih singkat.

Tak hanya mengikuti perkuliahan pada pagi hari, Evelyn juga mengambil kelas malam dan mata kuliah yang tidak tersedia dalam jadwal pagi. Strategi tersebut membantunya mengatur pemenuhan satuan kredit semester (SKS) sesuai target kelulusan.

BACA JUGA :
Remaja 22 Tahun Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kamar Rumahnya, Ini Penjelasan Pihak Kepolisian Aceh Barat

Proses tersebut tentu membutuhkan disiplin dan komitmen. Evelyn berusaha menjaga konsistensi belajarnya hingga semester-semester berikutnya, terutama ketika memasuki tahap penting dalam penyelesaian studi.

Hasilnya, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu 3,5 tahun. Bagi Evelyn, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang lulus lebih cepat, melainkan juga menjadi bukti bahwa kebiasaan belajar yang konsisten dapat membantu seseorang mencapai tujuan.

Konsistensi Membuka Jalan Menuju Astra International

Kebiasaan menetapkan target dan menjalani proses secara konsisten tidak hanya membantu Evelyn dalam pendidikan, tetapi juga menjadi bekal untuk memasuki dunia profesional.

Evelyn kemudian mendapatkan kesempatan berkarier di Astra International, yang menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan profesionalnya.

Baginya, konsistensi merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri. Target yang jelas membantunya menentukan arah, sedangkan usaha yang dilakukan secara bertahap mempersiapkannya untuk menghadapi berbagai kesempatan.

Pengalaman tersebut memperkuat pandangannya bahwa hasil tidak selalu datang secara instan. Ada proses belajar, pengorbanan waktu, dan kebiasaan yang perlu dibangun sebelum seseorang dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

BACA JUGA :
Peringati Hari Raya Idul Adha 1443 H, Polres Pasuruan Lakukan Penyerahan Hewan Qurban

Terbiasa Membuat Target Harian hingga Tahunan

Selama mengejar target kelulusan, Evelyn membiasakan diri menyusun rencana secara terperinci. Ia menentukan hal-hal yang perlu diselesaikan setiap hari, target mingguan, hingga rencana untuk satu bulan dan satu tahun ke depan.

Kebiasaan tersebut terus diterapkannya hingga sekarang. Untuk mengatur berbagai aktivitas, Evelyn memanfaatkan alat sederhana seperti spreadsheet, Microsoft Excel, dan aplikasi Notes di ponselnya.

Melalui catatan tersebut, ia menyusun daftar pekerjaan, menentukan prioritas, serta memastikan berbagai hal penting tidak terlewatkan. Menurutnya, kebiasaan membuat perencanaan membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih terarah dan memudahkannya dalam mengelola waktu.

Perjalanan Evelyn menunjukkan bahwa meski sempat merasa salah jurusan dan harus menunda aktivitas di dunia entertainment, ia tetap memilih menuntaskan pendidikan yang telah dimulai. Dengan konsistensi dan perencanaan yang baik, Evelyn berhasil meraih gelar S1 dalam waktu 3,5 tahun sekaligus membuka jalan menuju pengalaman profesional yang baru.

(Ysf)

error: Content is protected !!