NEWS  

P3TGAI Wonogiri 2026 Sasar 93 Titik, 2.661,5 Hektare Lahan Pertanian Terlayani

WONOGIRI – NET88.CO — Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Wonogiri pada 2026 dilaksanakan di 93 titik dengan cakupan layanan irigasi yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 2.661,5 hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan TARU) Kabupaten Wonogiri, Endah Aryuningsih Tri Rahajeng, S.T., M.T., menyampaikan capaian tersebut pada Selasa (6/10/2026).

P3TGAI merupakan program yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk memperbaiki, merehabilitasi, dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi. Selain mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, program ini juga menerapkan pola padat karya tunai dengan melibatkan masyarakat setempat.

BACA JUGA :
6958 Botol Miras Dimusnahkan Polres Pati

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Gatut Bayuadji, S.Si., M.T., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Pelaksanaan program mencakup enam kabupaten, yakni Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Ngawi. Selain P3TGAI, pemerintah juga melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi melalui berbagai program, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2.

Di Kabupaten Wonogiri, salah satu lokasi penerima manfaat berada di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno. Wilayah tersebut masih menghadapi tantangan dalam memperoleh pasokan air irigasi secara optimal, terutama saat musim kemarau. Kondisi itu berpengaruh terhadap kemampuan petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan hasil produksi.

Ketua Kelompok Tani Maju Sempurna sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Kadiyo, mengatakan pelaksanaan P3TGAI dilakukan secara swakelola dengan pendekatan padat karya.

BACA JUGA :
Pelatihan Efektif: Mengintip Program P-INPO untuk Petani

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memperbaiki jaringan irigasi, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam pengerjaan proyek.

Ia berharap program serupa dapat kembali direalisasikan di wilayahnya mengingat sebagian besar masyarakat Desa Jatipurwo menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, terutama padi, palawija, dan hortikultura.

Kepala Desa Jatipurwo, Sukiyo, S.H., menilai peningkatan infrastruktur irigasi diharapkan berdampak terhadap produksi pertanian, kesejahteraan petani, serta penguatan kemandirian pangan di tingkat desa.

Salah satu wilayah yang merasakan manfaat program tersebut adalah kelompok tani di Dusun Garon. Melalui penambahan jaringan irigasi tersier, luas lahan yang dapat ditanami diharapkan meningkat dari sebelumnya kurang dari 10 hektare menjadi sekitar 15–20 hektare.

BACA JUGA :
RPPAI Dukung Berdiri Posko Kampung Bebas Narkoba, Masyarakat Diminta

Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani juga berharap dapat meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali panen padi dalam setahun, termasuk pada musim kemarau. Namun, realisasi target tersebut tetap bergantung pada ketersediaan air dan kondisi pertanian di lapangan.

“P3TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan, khususnya bagi warga Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, sebagai wujud kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan,” ujar Sukiyo.

Melalui program P3TGAI, perbaikan jaringan irigasi diharapkan tidak hanya meningkatkan akses air bagi lahan pertanian, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat serta mendorong peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani di Kabupaten Wonogiri. (Vha)

error: Content is protected !!