Situbondo. NET 88.CO – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, terlihat suasana di lingkungan Pondok Pesantren Wali Songo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo mulai dipenuhi nuansa kebersamaan dan semangat berbagi. Kehadiran seekor sapi qurban berukuran jumbo dengan bobot mencapai 0,8 ton menjadi perhatian para santri dan warga sekitar pesantren Rabu ( 27/05/2026 )
Sapi jantan berusia sekitar 2,5 tahun itu dikenal dengan julukan “Si Bagong”. Hewan qurban tersebut berasal dari Desa Semiring dan merupakan hasil ternak milik Jaelani atau yang akrab disapa Kak Lani, seorang peternak sapi yang cukup dikenal di wilayah Situbondo.
Sapi berukuran jumbo itu dibeli dengan nilai sekitar Rp50 juta oleh H. Ahmad Mujiono, Direktur CV Lintang Timur Jaya, yang biasa dikenal dengan sapaan Bang. Ahmad, Setelah proses pembelian selesai, sapi langsung dikirim menuju Ponpes Wali Songo sebagai bentuk penyaluran qurban untuk para santri dan masyarakat sekitar.
Kedatangan sapi berbobot fantastis tersebut sontak mengundang perhatian warga dan para santri. Proses penurunan sapi dari atas truk bahkan menjadi tontonan tersendiri karena ukuran tubuhnya yang besar, tegap, dan sehat. Gegek genteng pribahasa Maduranya.
Dengan kondisi fisik yang prima serta usia yang telah memenuhi ketentuan syariat Islam, sapi tersebut dipastikan layak menjadi hewan qurban pada momentum Idul Adha tahun ini. Kehadirannya pun menambah semarak persiapan penyembelihan hewan qurban di lingkungan pesantren.
Masih,” Bang Ahmad, mengatakan bahwasannya penyerahan sapi qurban tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas kelancaran usaha yang dijalankannya melalui CV Lintang Timur Jaya. Selain itu, ia juga ingin memperkuat hubungan silaturahmi antara dunia usaha dan kalangan pesantren.
“Alhamdulillah, tahun ini kami di CV Lintang Timur Jaya masih diberi kelapangan rezeki untuk ikut berbagi. Sapi seberat 0,8 ton ini sengaja kami pilih yang terbaik, usianya sudah masuk 2,5 tahun dan sangat sehat. Ini adalah bentuk totalitas rasa syukur kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya sengaja mempercayakan penyaluran hewan qurban kepada Ponpes Wali Songo karena menilai lembaga tersebut memiliki manajemen qurban yang amanah dan tepat sasaran.
“Kami percayakan ke Ponpes Wali Songo karena kami tahu manajemen qurban di sini sangat amanah dalam menyalurkannya kepada para santri dan warga yang berhak,” tambahnya.
Sementara itu, Kak Lani selaku pemilik Sapi mengaku merasa bangga dan bersyukur karena sapi hasil ternaknya dapat dijadikan hewan qurban pada momentum Idul Adha tahun ini, apalagi ini dikirim keponpes besar yang berada diSitubondo Menurutnya, hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para peternak lokal.
“Saya sangat bersyukur karena sapi saya dibeli oleh Bang Ahmad dan dijadikan hewan qurban. Ke depannya, kami peternak berharap kepada para pengusaha dan juga pemerintah agar bersedia membeli hewan ternak langsung kepada kami para peternak,” kata Kak Lani.
Aksi filantropi yang dilakukan pimpinan CV Lintang Timur Jaya tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha lainnya di Situbondo. Di tengah perkembangan sosial dan ekonomi tahun 2026, sinergi antara sektor swasta, peternak lokal, dan pondok pesantren dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat di momentum Hari Raya Idul Adha.
Dyt

