NEWS  

Miris! SDN Guluk-Guluk 3 Nyaris Ambruk, Siswa Dibiarkan Belajar di Bangunan Berbahaya

SUMENEP, NET88.CO – Potret buram dunia pendidikan Sumenep kembali terlihat di SDN Guluk-Guluk 3. Sekolah dasar yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak justru berubah menjadi bangunan yang mengancam keselamatan.

Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang rusak parah. Atap terlihat ambles dan berlubang, bahkan sebagian sudah menganga seperti siap runtuh kapan saja. Ironisnya, di bawah ancaman tersebut, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung.

Tak hanya itu, lingkungan sekolah tampak terbengkalai. Semak belukar tumbuh liar menutup sebagian area, mempertegas kesan bahwa fasilitas pendidikan ini seperti luput dari perhatian pemerintah.

Sejumlah wali murid mengaku resah. Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjamin keselamatan anak-anak mereka.

BACA JUGA :
Adm Perum Perhutani KPH Bondowoso Lantik Delapan Orang Pejabat Baru

“Percuma anak kami makan bergizi, kalau setiap hari belajar di tempat yang bisa roboh kapan saja. Ini bukan sekolah, ini ancaman,” tegas salah satu wali murid dengan nada geram.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana arah perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap infrastruktur pendidikan? Di tengah berbagai program yang digaungkan, fakta di lapangan justru menunjukkan ketimpangan yang mencolok.

Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin tragedi bisa terjadi. Para wali murid mendesak agar pemerintah tidak menunggu korban jatuh untuk bertindak.

“Jangan sampai anak kami jadi korban dulu baru diperbaiki,” tambah wali murid lainnya.

Para wali murid berharap kondisi ini tidak lagi diabaikan. Mereka menegaskan bahwa keselamatan anak adalah hal utama yang tidak bisa ditawar.

BACA JUGA :
Penyaluran Bantuan Jaring Pengaman Sosial Kelurahan Curahdami Berjalan Lancar

“Percuma anak kami dikasih makan bergizi gratis (MBG), kalau keselamatan nyawa anak kami justru terancam setiap hari di sekolah,” tegas salah satu wali murid.

Kritik tersebut bukan tanpa alasan. Warga menilai, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) memang penting, namun tidak akan berarti jika aspek paling mendasar—keselamatan siswa di lingkungan sekolah—justru diabaikan.

Di SDN Guluk-Guluk 3, ancaman itu nyata. Setiap hari, siswa belajar di bawah atap yang rapuh, dengan risiko runtuh sewaktu-waktu. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa lagi ditoleransi.

Para wali murid pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah, sekaligus mengambil langkah cepat berupa perbaikan atau relokasi sementara demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA :
Upacara Peringatan 17 Juni 2025: Lapas Sidoarjo Tanamkan Jiwa Bela Negara kepada WBP

“Kalau memang tidak bisa langsung diperbaiki, minimal anak-anak dipindahkan dulu ke tempat yang aman. Jangan dibiarkan seperti ini,” ujar salah satu orang tua siswa.

Situasi ini menjadi ujian nyata bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam membuktikan komitmennya terhadap dunia pendidikan. Masyarakat kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji.

Jika tidak segera ditangani, kasus SDN Guluk-Guluk 3 bisa menjadi simbol kegagalan dalam menjamin hak dasar siswa: belajar dengan aman dan layak.

Moo/Red

error: Content is protected !!