NEWS  

Diduga Hamili Janda, Oknum Putra Mantan Kades di Situbondo Enggan Bertanggung Jawab

Situbondo, NET88.CO – Tepatnya di wilayah Kecamatan Kapongan kembali dihebohkan dengan peristiwa tak semestinya, seorang perempuan berinisial RR (36) diketahui berstatus janda asal desa wonokoyo diduga telah hamil di luar nikah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media Net88 bahwa hubungan terlarang itu dilakukan oleh oknum laki-laki berinisial AR asal Desa Peleyan Kecamatan Kapongan yang ditengarai merupakan putra kedua dari sang mantan Kepala Desa yang memimpin desa setempat belasan tahun.

Menurut pengakuan RR kepada media Net88, bahwa membenarkan bahwa dirinya hamil sekitar 3 bulan berdasarkan pemeriksaan dan penghitungan haid, dan pihaknya mengaku telah menjalin hubungan dengan RR berpacaran hampir 2 tahun.

“Iya saya akui beberapa kali berhubungan intim bersama “AR” di sejumlah tempat termasuk di kosan, saya ada bukti foto bersama ketika usai melakukan dengan AR dan bahkan ada bukti kesaksian petunjuk lainnya,” ungkapnya.

Adapun kronologis singkat kehamilannya, RR menceritakan bahwa saat saya telat datang bulan, saya langsung bilang ke pacar saya “AR” bahwa saya telat dan kayaknya hamil, saya di suruh membeli tespek untuk memastikan ternyata hasilnya 2 garis, tak berhenti di situ saya ingin lebih memastikan dan periksa ke salah satu dokter di situbondo ternyata benar positif hamil dan juga ada videonya saat saya periksa bersama AR.

BACA JUGA :
Polisi Situbondo Bagikan Paket Makanan untuk Ojek Online, Ajak Jaga Kamtibmas

Disamping itu usai mengetahui RR hamil, AR menyampaikan ke saya akan bertanggung jawab dan akan menemui keluarga saya, waktu itu AR meminta ke saya agar bisa bertemu orang tua saya dan singkatnya suatu waktu saya mengajak ibu untuk makan di rumah makan di wilayah kecamatan kapongan dan AR menemui ibu saya dan menjelaskan bahwa saya sedang hamil.

Disana AR meminta maaf kepada ibu atas kelakuannya dan mengaku telah berhubungan hingga hamil, AR juga menegaskan ke ibu saya akan bertanggung jawab dan mau menikahi saya tetapi keluarganya tidak mungkin setuju karena mungkin status janda tapi AR menyampaikan tetap akan bertanggung jawab menikahi dan akan mengontrak diluar rumah bersama saya kalau sudah menikah.

“Tetapi ibu saya menjawab kalau sudah kejadian begini mau bagaimana lagi, saya anak cuma satu RR dan saya juga punya Rumah walau jelek,” terang RR sambil menangis saat menceritakan jawaban ibunya sambil menunjukkan foto dan chat saat AR di depan rumah makan.

Dalam perjalanannya hal sangat mengecewakan di alami RR sebab diduga ada usaha untuk menggugurkan kehamilannya dari pihak AR hingga keluarganya.

BACA JUGA :
Molen Apresiasi Bimtek Imam Masjid dan Khatib Bawa Hal Positif

“Saya beberapa hari disuruh konsumsi pil, ramuan semacam jamu, bahkan saya sempat diajak bertemu di area persawahan dengan dibawakan pil dan air lengkap agar langsung diminum di lokasi hingga saya minum dan mirisnya salah satu pilnya agar dimasukkan ke area tertentu dan saya menolaknya”.

Lebih lanjut RR mengungkapkan upaya mengugurkan bayi dalam kandungannya, saya juga sempat dibawa ke salahsatu oknum yang katanya tenaga medis di kota situbondo, bilangnya mau periksa, gak tahunya di situ sudah ada orang tua AR (bapak dan ibunya) namun karena terlambat dan diluar jam yang ditentukan akhirnya tidak jadi yang katanya mau periksa meski saya merasa sangat curiga.

“Akhirnya karena tidak jadi saya bersama AR menemui bapak dan ibunya disalahsatu tempat dan bahkan sempat tanya ke saya bahwa kamu tidak merasa ngeflek? saya jawab tidak ternyata setelah saya dalami gak tahunya ada usaha untuk mengugurkan kandungan saya, dan alhamdulillah tidak jadi karena oknum tenaga medisnya disampaikan tidak ada,” terang RR kepada net88

Lebih dari hal diatas saya bercerita semua kejadian itu kepada ibu saya, akhirnya ibu mendatangi orang tua AR ke rumahnya, di situ ibu saya bertemu langsung dengan Bapak dan Ibu AR, dengan bermodalkan kasih sayang ibu saya sendiri meminta kepada keluarga AR supaya bertanggung jawab atas perbuatan AR kepada saya, namun singkatnya orang tua AR menolak dan meminta hasil Tes DNA nantinya, itupun kalau benar secara biologis dia tetap tidak akan menikahkan anaknya, mungkin cuma akan sedikit membantu menafkahinya, Ujar bapak AR dirumahnya dengan Nada Keras ke ibu saya

BACA JUGA :
Ranto Sendu : Anak Muda Jangan Takut Berkreasi, Undang-Undang Menjamin.

Terakhir atas musibah yang saya alami, kami sekeluarga juga sudah mengadukan ke Kepala Desa wonokoyo, Kades Peleyan, termasuk sempat mengadukan ke polsek kapongan dengan tujuan kekeluargaan, namun hasilnya Ayah AR sebagai mantan kepala Desa Peleyan tidak mau bahkan ketika di komunikasikan terkesan membolakbalikkan fakta.

“Kami hanya meminta pertanggungjawaban AR atas perbuatannya ke saya, Kami juga telah berencana akan melangkah ke jalur hukum supaya ada kepastian dan saya sudah persiapkan data data pendukungnya baik bukti dokumentasi, komunikasi hingga video dan lainnya sebagai petunjuk,” tegasnya.

Sementara orang tua dari AR yang diketahui sebagai mantan Kepala Desa belasan tahun itu di telepon tidak aktif dan di chat WA tidak ada respon sampai berita ini terbit.

Pewarta : Sdk

error: Content is protected !!