JEPARA – Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI), Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati sekaligus Direktur Utama PT MNS Grub Pers dan CEO PT SMGC, Agus Kliwir
Hari ini menyampaikan apresiasi atas jabatan baru, AKP Royke Noldy Darean, S.I.K sebagai Kasat Lantas Polres Jepara, Selasa (28/4/2026).
Agus Kliwir menilai pergantian pejabat di lingkungan kepolisian merupakan langkah penting
Yang harus dimaknai sebagai momentum pembenahan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor lalu lintas dan hal ini bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.
SMSI juga mengapresiasi Kasat Lantas baru mampu menjawab berbagai persoalan klasik yang selama ini. masih menjadi keluhan warga Jepara
Mulai dari penindakan yang dinilai tidak konsisten, hingga persoalan etika oknum petugas di lapangan.
“Selamat atas jabatan baru AKP Royke Noldy. tapi kami juga menaruh harapan besar. jepara butuh perubahan nyata, bukan sekadar pergantian nama pejabat,” tutur Agus Kliwir.
Dia menyebut masyarakat Jepara kerap mengeluhkan adanya tindakan petugas yang dinilai masih tebang pilih.
Menurutnya, persepsi negatif juga muncul, karena razia lalu lintas sering dianggap lebih berorientasi pada target penindakan daripada edukasi.
“Kami sering mendengar keluhan. ada masyarakat yang merasa dipersulit, sementara pelanggar tertentu seperti kebal aturan. Ini harus dihentikan
Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” lanjutnya.
Ia berharap Kasat Lantas baru mampu membangun koordinasi aktif dengan pemerintah daerah guna memperbaiki sistem keselamatan jalan.
“Kami ingin Kasat Lantas baru hadir sebagai pemimpin yang turun langsung ke lapangan, bukan hanya duduk di kantor. Titik rawan kecelakaan harus dipetakan dan ditangani,” katanya.
Dalam pandangan Agus, pelayanan lalu lintas juga harus dilakukan dengan pendekatan humanis, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak. RPPAI, kata dia, siap bersinergi dengan Satlantas Polres Jepara dalam edukasi keselamatan berlalu lintas bagi pelajar maupun komunitas masyarakat.
“Kami mendukung penuh jika AKP Royke membangun budaya tertib berlalu lintas dengan edukasi. Tapi jika masih ada praktik arogan dan cara-cara lama, maka kami akan menjadi pihak yang paling keras mengkritik,” tegasnya.
Ia berharap kepemimpinan baru Satlantas Polres Jepara benar-benar menjadi simbol perubahan yang bersih, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik yang adil.
“Jepara membutuhkan polisi lalu lintas yang benar-benar melindungi, bukan menakuti. Jika itu bisa diwujudkan, masyarakat pasti mendukung,” tutup Agus Kliwir.(red)

