NEWS  

Integrasi Tekhnologi, SDIT Nurul Anshar Situbondo Hadirkan Inovasi EMA-LIMA

Situbondo, NET88.CO – Di era digital tantangan literasi dan numerasi semakin kompleks. sebagai pembekalan untuk memahami bacaan dan berpikir logis matematis kepada Siswanya, SDIT Nurul Anshar hadirkan inovasi EMA-LIMA (Elektronik Mahir Literasi dan Numerasi) sebagai solusi integrasi teknologi dan pendekatan islami yang menyenangkan.

Informasi yang berhasil dihimpun media net88 tentang pelaksanaan inovasi Ema-Lima di SDIT Nurul Anshar meliputi pertama sesi E-Baca Lentera: Membaca teks digital interaktif (cerita islami, sains, budaya) dilengkapi audio dan ilustrasi animasi, Kedua Numerasi Game Based: Game edukasi numerasi (teka-teki angka, hitung cepat, simulasi jual beli) dengan level kesulitan bertahap dan ketiga Literasi Audio-Visual: Menonton video pendek, lalu menjawab soal pemahaman dan menuliskan pesan moral.

“Sementara tantangan Harian inovasi EMA-LIMA Soal literasi & numerasi harian via aplikasi/website sekolah, dikerjakan maksimal 10 menit dan Lapak Numerasi Islami dengan Simulasi transaksi jual beli dengan koin digital, berlatih hitung uang dan zakat fitrah sederhana”. Ujar Muzayyanah, S.Pd.I seorang guru SDIT Nurul Anshae

BACA JUGA :
Paguyuban Driver Ambulans Jawa, Madura, dan Bali Gelar Buka Bersama

Senada dengan Ihsanul Husein, S.Pd guru di SDIT Nurul Anshar mengungkapkan Metode Belajar EMA-LIMA yakni “Blended Learning” Kombinasi tatap muka (eksplorasi konsep) dan digital (latihan mandiri), “Gamifikasi” seperti Poin, lencana, dan papan peringkat untuk memotivasi siswa. “Pembelajaran Diferensiasi” membuat soal disesuaikan dengan tingkat kemampuan (mudah, sedang, sulit). “Project Based Learning” (PBL): para Siswa membuat ringkasan digital atau video penjelasan numerasi.
“Terakhir diperkuat dengan pendampingan Orang Tua via Aplikasi: jadi orang tua bisa memantau progres dan mendapat tips mendampingi”. Ujarnya

BACA JUGA :
Alvin Fernandez Komar: Dari Covid-19 ke Kesuksesan Dunia Konten dan Traveling

Disamping itu Sutipyo, M.Pd Kepala Sekolah SDIT Nurul Anshar menyampaikan sejumlah manfaat inovasi EMA-LIMA Bagi Siswa dapat meningkatkan minat baca dan hitung karena dikemas interaktif, Melatih berpikir kritis, problem solving, dan literasi digital, Menumbuhkan kemandirian belajar serta tanggung jawab menyelesaikan tantangan.
“Sedangkan bagi guru ada Data realtime capaian siswa (analitik sederhana) untuk perbaikan pembelajaran, Menghemat waktu koreksi berkat sistem otomatis, Mendapat bank soal dan konten digital yang selalu diperbarui”. Jelasnya

BACA JUGA :
Sambut HUT Yonif 509/BY Ke-78 Ajang Perebutan Tameng Digelar

Terkait manfaat EMA-LIMA bagi Sekolah (SDIT Nurul Anshar) dapat menjadi rujukan sekolah dasar islami berbasis teknologi ramah anak, Meningkatkan capaian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), dan mampu memperkuat kolaborasi dengan wali murid melalui laporan berkala. Termasuk pula bagi Orang Tua dapat memahami capaian anak secara transparan dan Terlibat aktif dalam proses belajar tanpa tekanan, Terang Kepala Sekolah SDIT Nurul Anshar

Secara umum Inovasi EMA-LIMA bertujuan untuk mengubah persepsi siswa bahwa literasi dan numerasi sulit dan membosankan. Dengan pendekatan digital, islami, dan menyenangkan, SDIT Nurul Anshar berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi abad ke-21.

Pewarta : Sdk

error: Content is protected !!