SUMENEP, NET88.CO – Polemik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terus menjadi sorotan. Setelah beredarnya foto menu makanan yang diduga tidak layak konsumsi, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jadung akhirnya menghentikan sementara distribusi paket MBG ke sejumlah sekolah.
Penghentian sementara tersebut disampaikan pihak SPPG kepada kepala sekolah, PIC sekolah, maupun pihak yayasan melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat menyalurkan paket MBG hingga menunggu arahan resmi dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) RI.
“Mohon izin Bapak/Ibu Kepala sekolah atau PIC sekolah maupun Yayasan. Menindaklanjuti pengumuman kami minggu kemarin, kami kembali ingin menyampaikan dengan hormat bahwa kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk sementara kami masih belum bisa distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai dengan adanya arahan dan surat tindak lanjut dari Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN RI) langsung,” tulis pihak SPPG dalam pesan tersebut.
Pihak SPPG juga meminta pengertian dari pihak sekolah atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berharap distribusi MBG dapat kembali berjalan setelah ada keputusan resmi dari BGN.
Sebelumnya, menu MBG di salah satu sekolah dasar di wilayah Dungkek menjadi perbincangan publik setelah foto makanan yang diterima siswa beredar luas. Dalam foto tersebut terlihat sayur yang diduga berulat serta porsi makanan yang dinilai sangat minim.
Temuan tersebut memicu kekecewaan sejumlah wali murid dan masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan kualitas bahan makanan serta pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah dalam evaluasi nasional Februari 2026. Langkah itu diambil setelah ditemukan sejumlah menu MBG yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.
SPPG Jadung Dungkek yang berada di bawah naungan Yayasan Tarbiyatus Syibyan termasuk dalam daftar dapur MBG yang disuspend sementara.
Publik kini menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari BGN. Masyarakat berharap sebelum operasional kembali dibuka, seluruh standar kebersihan, kualitas bahan pangan, serta kelayakan gizi benar-benar dipenuhi agar tujuan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah tetap terjaga.
Moo/Red

