NEWS  

MARDIONO : Madura Raya Jadi Pilot Project PPP, Suara DPRD dan DPR RI Harus Lurus

PAMEKASAN, NET88.CO —
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono, mengapresiasi kekompakan kader Partai Persatuan Pembangunan atau PPP di Madura Raya. Ia menilai konsistensi perolehan suara PPP di Madura menjadi modal penting menuju Pemilu 2027.

Hal itu disampaikan Mardiono saat bersilaturahmi di Kantor DPC PPP Pamekasan, Sabtu (30/8/2026), sebelum menghadiri acara haul almarhum Haji Hasan Bakir.

“Alhamdulillah saya mengapresiasi besar kekompakan kader-kader PPP di seluruh Madura Raya. Hasil Pemilu 2024, Madura Raya konsisten. Suara di Kabupaten se-Madura lebih dari 390 ribu, sementara di DPR RI bisa tembus 400 ribu. Ini terbaik se-Indonesia,” ujar Mardiono.

BACA JUGA :
Lima Mahasiswa STAINH Situbondo, Terbitkan Buku ilmiah Sebagai Tugas Akhirnya

Menurutnya, keselarasan suara antara DPRD dan DPR RI di Madura Raya harus dijadikan pilot project nasional. Ia menyebut “kecelakaan politik” di daerah lain terjadi karena perolehan suara di daerah tidak berbanding lurus dengan suara di pusat.

“Kami akan perbaiki semuanya. Modal kami masih kuat. Kursi PPP se-Indonesia masih di atas 900, suara di atas 8 juta. Ini yang harus kita rawat dan bawa ke provinsi, kabupaten, dan pusat,” tegasnya.

Kader PPP Harus Jadi Agen Pemerintah
Sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Mardiono juga menyampaikan arahan Kabinet Merah Putih. Ia meminta seluruh kader PPP menjadi garda terdepan dalam mengawal program pemerintah.

BACA JUGA :
Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada di Situbondo Diwarnai Keakraban Kedua Paslon

“Kita berkoalisi dengan pemerintah. Maka kader PPP harus menjadi agen pelaksana program-program pemerintah,” katanya.

Terkait ketahanan pangan, Mardiono menyebut Madura termasuk daerah penyumbang yang baik. Namun ia mengingatkan adanya potensi penurunan produksi akibat El Nino dan kemarau panjang.
“Kami koordinasi dengan dinas pertanian. Saya dorong bantuan traktor, pompa air, dan lainnya agar produksi tidak turun,” jelasnya.

Soal Parliamentary Threshold
Menanggapi isu Parliamentary Threshold, Mardiono menegaskan PPP siap menghadapi aturan apa pun. PPP sudah 11 kali ikut pemilu dengan sistem berbeda.

BACA JUGA :
Kanit Reskrim Potong Tumpeng, Dalam Rangka Hari Jadi Satreskrim ke 77

“Negara demokrasi dibangun atas kebersamaan. Tidak boleh partai besar memonopoli dengan menaikkan PT agar partai kecil tidak tumbuh. Itu tidak adil. Kedaulatan ada di tangan rakyat,” ujarnya.

Pesan untuk DPC Pamekasan
Mardiono berpesan agar kader PPP Pamekasan terus turun ke rakyat.
“Selalu turun ke masyarakat, selalu berbuat untuk kemaslahatan umat. Jangan tinggalkan sektor pertanian. Pangan adalah harkat martabat bangsa. Indonesia tidak boleh jadi pengimpor,” pungkasnya.(Jo)

error: Content is protected !!