NEWS  

Galian C Ilegal Marak di Simeulue, Diduga Oknum Terlibat Perjualbelikan

Simeulue, Net88.co – Setelah terhenti sekian lama kini aktivitas galian C yang diduga ilegal kembali beroperasi dan bahkan timbunan diperjual belikan untuk timbunan di SMK Negeri 1 Sinabang, Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Sangat miris Galian ilegal tersebut dijalankan dan diperjualbelikan oleh Oknum yang memiliki jabatan penting.

Berdasarkan penelusuran Wartawan dilapangan pada Senin 15 Juni 2026 ditemukan adanya alat berat yang sedang diperbaiki di lokasi Galian C ilegal di Desa Suak Buluh Kecamatan Simeulue Timur.

“Alat berat ini sudah beroperasi selama 3 hari dan galian C nya di langsir kelokasi SMKN 1 yang juga berlokasi di desa Suak bulu.” Keterangan salah seorang pekerja di galian C.

BACA JUGA :
Daripada Balap Liar, Kapolres Situbondo Tantang Pemuda Adu Cepat di Lomba Lari 100 Meter

Padahal sudah jelas bahwa tidak ada satu pun pihak pelaku usaha galian c di Kabupaten Simeulue mengantongi izin yang lengkap. Kalau galian C ini ilegal, maka otomatis kegiatan yang sedang berlangsung bersentuhan dengan pasal 480 KUHP.

Barang yang dibeli atau disewa dari hasil kejahatan itu dapat dipidana. Nah itulah kategori dari penadah dan mengacu pada pasal 480 KUHP, ancaman hukuman bagi penadah itu bisa 4 tahun kurungan penjara.

BACA JUGA :
Dandim 0115/Simeulue Serahkan Bantuan Alsintan Kepada Kelompok Tani Muara Aman

Sementara kegiatan penambangan galian C ilegal tanpa izin resmi merupakan tindak pidana sesuai dengan amanat konstitusi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Pada pasal 158 pada UU nomor 3 tahun 2020 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin resmi bisa dipidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp.100 miliar.

Terpisah, Wartawan mencoba mengkonfirmasi Kepala SMKN 1 Ameliati Via telp mempertanyakan adanya puluhan tumpukan tanah timbunan di lokasi SMKN 1, beliau membenarkan dasar nya dari permintaan pengadaan 150 truk material timbunan dengan nilai Rp350 .000. per truk melalui Oknum.

BACA JUGA :
Redaksi Media NET88 Minta Klarifikasi Resmi UPT PPP Pasongsongan, Hak Jawab Dibuka

Lanjut, Ameliati menjelaskan hingga saat ini baru 70 truck masuk ke lokasi SMKN 1 dari total permintaan tanah timbunan 150 trcuk, sebanyak 70 truck sudah dilakukan pembayaran.

“Sebagian sudah lunas dan sebagian lainnya masih dalam proses, ia juga menyampaikan saat ini saya berada di luar simeulue urusan dinas tepatnya di calang dalam perjalanan pulang menuju simeulue via kapal Ferry Aceh hebat 1”. Tutup Ameliati**

error: Content is protected !!