NEWS  

Bangkit Setelah Vakum, Ria Resty Fauzy Rayakan 40 Tahun Berkarya Lewat Single Baru

Jakarta – (4/7/2026), Penyanyi senior Ria Resty Fauzy merayakan 40 tahun perjalanan kariernya di industri musik Indonesia melalui konser spesial “40 Tahun Berkarya Ria Resty Fauzy” sekaligus merilis single terbaru berjudul “Rindu Yang Menyiksa”. Momen ini menjadi penanda kebangkitannya setelah lebih dari dua dekade vakum dari industri rekaman.

Single “Rindu Yang Menyiksa” merupakan ciptaan Dommy Alen yang mengusung nuansa pop melankolis. Lewat lagu ini, Ria menghadirkan kembali karakter vokalnya yang khas dengan pesan emosional tentang kerinduan, sekaligus membuktikan bahwa karya yang tulus tetap memiliki tempat di hati penikmat musik.

Ria Resty Fauzy dikenal sebagai salah satu ikon musik pop Indonesia era 1980–1990-an. Sejumlah lagu populernya seperti Cintaku Sedalam Lautan Atlantik, Cintaku Sampai ke Ethiopia, Sepatu Dari Kulit Rusa, dan Kututup Layar Cintaku sukses mengantarkan namanya dikenal hingga Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

BACA JUGA :
Layanan Kunjungan Online dan Penitipan Makanan Lapas Narkotika Pamekasan Dipadati Pengunjung Luar Kota

Konser perayaan 40 tahun berkarya digelar di Ballroom Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026. Acara tersebut turut dimeriahkan oleh sejumlah musisi legendaris, di antaranya Obbie Messakh, Endang S. Taurina, Ratih Purwasih, Lies Meinawati, Julian Dekrita, Etrie Jayanti, dan Gandhi S.

BACA JUGA :
Polwan Polda Aceh Ini Raih Juara II Karate Piala Kapolri Tahun 2025

Dalam kesempatan itu, Ria menegaskan bahwa keputusannya kembali bernyanyi bukan untuk mengejar popularitas, melainkan karena kecintaannya terhadap musik. Ia berharap “Rindu Yang Menyiksa” dapat menjadi awal perjalanan baru sekaligus diterima oleh penikmat musik Indonesia.

BACA JUGA :
Kapolres Lumajang Beri Reward Anggota Marinir yang Bantu Ungkap Kasus PMII Ilegal

Melalui konser dan perilisan single terbarunya, Ria Resty Fauzy membuktikan bahwa dedikasi, kualitas, dan kecintaan terhadap musik mampu melampaui waktu. Setelah empat dekade berkarya, ia kembali hadir membawa semangat baru dan menegaskan bahwa legenda tak pernah kehilangan asa.

(Ysf)

error: Content is protected !!