Bondowoso, NET88.CO – Ketua DPC BaraNusa Bondowoso yang akrab dikenal dengan nama Bang Juned kembali menyoroti pola kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso dengan pihak media.
Menurutnya, pembagian informasi dan peliputan kegiatan terkesan hanya dinotabene atau dinikmati oleh kelompok media tertentu yang dianggap dekat dengan dinas tersebut.
Bang Juned menilai, fenomena yang terjadi saat ini cukup aneh dan mencurigakan. Ketika kegiatan berlangsung, keberadaan wartawan yang hadir di lokasi terlihat sangat sedikit. Namun, setelah kegiatan usai, justru muncul begitu banyak pemberitaan yang diduga merupakan hasil kerja sama dengan Diskominfo.
“Kami menyayangkan, saat kegiatan berlangsung wartawan yang hadir sedikit, tapi setelah kerja sama dengan Diskominfo, beritanya jadi banyak. Pertanyaannya, apakah media yang bekerja sama tersebut merupakan titipan dan kontennya hanya sebatas copy-paste kegiatan saja,” ungkap Bang Juned, Jumat (07/05/2026).
Lebih tajam, Bang Juned menyoroti kinerja Kepala Dinas (Kadis) Diskominfo, Dwi Wahyudi. Ia menilai pimpinan dinas tersebut seolah mengetahui kondisi tersebut namun memilih diam atau justru karena ketidakmampuan dalam memimpin lantaran minim pengalaman di bidang komunikasi dan informatika.
Diketahui, sebelum menjabat sebagai Kadis Diskominfo melalui mekanisme open bidding, Dwi Wahyudi sebelumnya dikenal sebagai Camat. Peralihan jabatan dari pemerintahan kecamatan ke manajemen komunikasi publik dinilai menjadi tantangan besar yang belum maksimal dijawab oleh kinerjanya saat ini.
“Ia seolah tahu tapi mendiamkan atau memang karena belum memiliki pengalaman yang cukup di dinas teknis ini. Latar belakangnya sebagai Camat tentu berbeda dengan tuntutan mengelola informasi dan hubungan media.”
Oleh karena itu, pihaknya berharap Bupati Bondowoso segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bawahannya yang dirasa belum maksimal.
“Kami selaku warga dan elemen masyarakat berharap Bapak Bupati bisa mengevaluasi kinerja bawahannya. Kami percaya Bapak Bupati mampu memimpin seluruh perangkat OPD dengan lebih baik lagi,” tegasnya.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang tengah berhemat atau melakukan efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat, Junaidi menegaskan bahwa alasan keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan pembenaran untuk tidak bekerja maksimal.
“Masyarakat menilai kinerja berdasarkan kemampuan seorang kepala dinas dalam mengelola sumber daya, bukan sekadar alasan kekurangan anggaran. Di tengah efisiensi, justru dituntut kerja sungguh-sungguh agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.
Ditanyakan lebih lanjut kinerja Diskominfo sampai saat ini, Bang Juned menegaskan, “Lagu lama di DisKominfo sepertinya akan terulang, baik di Kerjasama Media maupun yang lebih parah lagi di Bandwitch. Tunggu episode berikutnya,” jelasnya sambil tersenyum penuh misteri. Bersambung.
Penulis : Gf

