Abdul Hamid Wahid: Semangat Ki Bagus Assra Harus Diwarisi untuk Membangun Bondowoso
BONDOWOSO | NET88.CO – Rangkaian peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 tahun 2026 berlangsung semarak melalui gelaran Pawai Budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Rabu (26/8/2026).
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pawai budaya tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan tradisi, sejarah, dan identitas lokal Kabupaten Bondowoso.
Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, dalam sambutannya di depan Pendopo Kabupaten Bondowoso menekankan pentingnya generasi saat ini meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah.
Menurutnya, semangat pantang menyerah yang diwariskan pendiri Bondowoso, Ki Bagus Assra, harus terus hidup dan diterjemahkan dalam kerja nyata untuk membawa Kabupaten Bondowoso semakin maju.
“Semangat tanpa menyerah Ki Bagus Assra dan para pendiri daerah ini harus kita warisi dan teladani bersama dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bondowoso saat ini dan ke depan,” tegas Abdul Hamid Wahid.
Pawai Budaya Jadi Sarana Edukasi Generasi Muda
Pawai budaya Harjabo ke-207 tidak hanya dikemas sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut juga membawa pesan edukasi agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
Keterlibatan para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan kekayaan seni, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal Bondowoso sejak dini.
Beragam kesenian tradisional turut menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga, termasuk Tari Singo Ulung dan Tari Topeng Konah.
Momentum Harjabo juga menjadi pengingat bahwa Bondowoso memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah, termasuk keberadaan Ijen UNESCO Global Geopark.
Mengenang Perjalanan Sejarah Bondowoso
Peringatan Harjabo ke-207 sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan panjang berdirinya Bondowoso.
Sejarah daerah mencatat Raden Bagus Assra atau Ki Bagus Assra, yang juga dikenal dengan gelar Mas Said atau Kiai Amirudin, memiliki peran penting dalam perjalanan awal pemerintahan dan perkembangan wilayah Bondowoso.
Nilai keberanian, kerja keras, kearifan serta semangat membangun yang diwariskan para pendahulu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Budaya Menjadi Bagian Arah Pembangunan
Pelestarian budaya juga ditempatkan sebagai bagian dari arah pembangunan Kabupaten Bondowoso. Dalam kerangka RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029, pembangunan diarahkan untuk mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, serta berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
Pemerintah daerah juga mendorong terciptanya ekosistem yang harmonis melalui pelestarian lingkungan hidup serta pengembangan kebudayaan yang inklusif dan berlandaskan kearifan lokal.
Karena itu, kegiatan seperti pawai budaya diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberi ruang bagi pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda untuk menjaga keberlangsungan budaya Bondowoso.
Di tengah kemeriahan pawai, Bupati juga mengajak masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan keselamatan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Masyarakat diharapkan memberikan ruang serta apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menyemarakkan Harjabo.
Peringatan Harjabo ke-207 pada akhirnya bukan hanya perayaan bertambahnya usia Kabupaten Bondowoso. Momentum tersebut menjadi pengingat akan perjalanan sejarah daerah sekaligus ajakan untuk menjaga persatuan, merawat warisan budaya, dan melanjutkan pembangunan Bondowoso menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis : Hamid

