Situbondo, NET88.CO – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Rapat Koordinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Acara yang berlangsung di Pendopo Rakyat Situbondo pada Kamis (26/3/2026)
Momentum ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara jajaran eksekutif dengan para pemimpin desa.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio, Wakil Bupati Ulfiah, Sekretaris Daerah Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si., serta Kepala DPMD Drs. H. Muhammad Imam Darmaji, M.Si. Turut hadir Kepala BKAD Drs. Haryadi Tejo Laksono, M.Si., jajaran kepala OPD, dan sedikitnya 90 Kepala Desa se-Kabupaten Situbondo.
Dalam arahannya, Bupati, Mas Rio menekankan pentingnya memiliki kerangka berpikir (mindset) yang sama antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Ia menyadari bahwa perbedaan pandangan adalah hal lumrah, mengingat kepala desa maupun kepala daerah merupakan figur politik yang dipilih langsung oleh konstituen dengan tuntutan yang beragam,” Ujarnya
“Masih Mas Rio, mari kita mulai berpikir dengan kacamata yang sama, bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Perbedaan cara pandang itu wajar, bahkan sunatullah. Namun, selama dinamika itu masih dalam koridor kepentingan masyarakat, itu adalah hal yang positif,” Imbuhnya
Ia juga mengingatkan bahwa berbeda dengan ASN yang harus linier secara struktural, kepala desa memiliki ruang gerak yang lebih dinamis. Namun, Bupati menekankan bahwa koordinasi harus tetap berjalan satu pintu agar pembangunan tidak tumpang tindih.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Bupati adalah penguatan peran Camat sebagai jembatan komunikasi. Mas Rio meminta para Kepala Desa untuk mengoptimalkan koordinasi dengan pihak kecamatan sebelum membawa persoalan ke tingkat kabupaten.
“Saya minta setiap persoalan di desa dilaporkan melalui Camat terlebih dahulu. Camat juga harus mengawal penyusunan APBDes agar selaras dengan visi ‘Situbondo Naik Kelas’. Desa yang tidak mau berkoordinasi tentu akan tertinggal secara sistem,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan para Camat untuk memiliki peta akurat mengenai kondisi jalan rusak di wilayah masing-masing guna menentukan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, terutama pasca penanganan bencana banjir, Bupati meminta seluruh pihak untuk bijak menentukan prioritas. Berdasarkan temuan di lapangan, ada tiga aspek utama yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat saat ini:
1 Perbaikan infrastruktur jalan.
2 Penerangan jalan umum.
3 Peningkatan layanan kesehatan.
“Kita harus jemput bola, turun langsung ke lapangan. Banyak persoalan kecil di mata kita, namun sangat besar artinya bagi masyarakat. Jangan hanya menunggu laporan di balik meja,” tambahnya.
Menutup arahannya, Mas Rio mengingatkan para perangkat desa untuk bersiap menghadapi tantangan global, termasuk dampak konflik internasional yang berpotensi melambungkan harga energi dan mempengaruhi ekonomi daerah,” Pungkasnya
Ia mengajak seluruh Kepala Desa untuk tidak mengeluh dan beralih pada solusi kolaboratif, seperti menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kerja bakti di desa-desa. Acara tersebut diakhiri dengan permohonan maaf lahir dan batin dari jajaran Pemkab Situbondo kepada seluruh kepala desa yang hadir, sebagai bentuk penguatan hubungan emosional demi kemajuan Situbondo ke depan.
Dyt

