NEWS  

Penganiayaan Kembali Terjadi, Suami Aniaya Istri Siri

Situbondo¦¦Net88

Ketum LSM PERKASA menerima pengaduan dari salah satu warga Rt 02/ kampung krajan Desa Banyuputih Kecamatan Banyuputih kabupaten Situbondo, atas nama Nafisa.

Nafisa merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh Fandra warga Kampung Mimbo Rt. 02/02 Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih yang juga merupakan Suami Siri korban.

Sambil menunjukkan Tanda Bukti Lapor berdasakan Laporan polisi nomor:LP/B/14/VI/2022/SPKT/Polsek Banyuputih/POLRES Situbondo, korban menuturkan kronologis terjadinya penganiayaan tersebut.

“Kekerasan ini bukan merupakan yang pertama kali, tetapi sering kali dilakukan,”

BACA JUGA :  Kunjungan Kerja Pansus I DPRD Kabupaten Oki ke DPRD Kota Pangkalpinang

“Bahkan sudah 2 kali pelaporan ke Polsek Banyuputih dan 2 kali dilakukan visum, pada sejak saya hamil bahkan anak saya sekarang sudah usia 2 th ini berulah kembali bahkan saya di pukul di rumah B.Tija pada hari selasa tgl.14 juni 2022 sekira jam 21.00 wib,”

“Dia mencekik leher saya dan menghantam muka saya dan sempat dilerai oleh ibu saya. Tetapi malah ibu kandung saya dipukul juga,”

BACA JUGA :  Kapolres Simeulue Terima Penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo

“Dan akhirnya dilerai oleh ibu tija dan pak opek dan yang tetangga yang ada di sana,” jelasnya secara berapi api.

Sementara Ketum LSM Perkasa membenarkan adanya pengaduan tersebut dan saat ini kasusnya sudah ditangani Polsek Banyuputih.

“Kami sudah lakukan upaya mediasi untuk damai secara kekeluargaan tapi dari pihak keluarga korban dan juga korban tidak mau karena cukup sering di sakiti,”

“Maka dari itu kami berharapa kepada pihak Polsek Banyuputih untuk menindak lanjuti secara profesional sesuai dengan UU yang berlaku,” tegas Ketum Lsm Perkasa.

BACA JUGA :  Desa Kauman Terpilih Kampung Pancasila, ini Kata Ahmad Purwanto

Sementara Yusuf selaku penyidik Polsek Banyuputih menyampaikan bahwa kasus ini sudah kami lakukan pemeriksaan baik pelapor ,terlapor ,dan juga saksi saksi.

“Dan kami akan lakukan pemanggilan saksi satu kali lagi yang mengetahui pada waktu kejedian di TKP, habis itu kami akan lakukan gelar kalau tidak ada kesepakatan damai biar naik penyidikan,” tegasnya.

Penulis : ekz