SUMENEP NET88.CO – Sorotan terhadap menu nasi berwarna biru yang disajikan kepada siswa di wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak SPPG Jedung.
Pemberitaan salah satu media online yang menyebut nasi biru tersebut membuat murid enggan makan, dinilai tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Perwakilan SPPG Jedung, Pak Miftah dari MBG SPPG Yayasan Tarbiyatus Shibyan Dungkek, menegaskan bahwa nasi berwarna biru tersebut bukanlah sesuatu yang berbahaya ataupun tidak layak konsumsi. Warna biru pada nasi berasal dari bahan alami, yakni bunga telang yang selama ini dikenal luas sebagai tanaman herbal.
“Ini perlu diluruskan. Nasi biru itu bukan karena pewarna kimia, tetapi dari bunga telang yang aman dikonsumsi. Bahkan memiliki manfaat kesehatan,” jelas Pak Miftah, Kamis.
Dalam menu yang disajikan, nasi bunga telang merupakan bagian dari paket makanan bergizi yang telah diperhitungkan nilai gizinya. Satu porsi terdiri dari nasi, lauk tahu asam manis, telur dadar, sayuran segar berupa timun dan selada, serta buah apel.
Berdasarkan data informasi nilai gizi, menu tersebut mengandung energi yang cukup untuk menunjang kebutuhan siswa, lengkap dengan protein, lemak, karbohidrat, dan serat.
Bunga telang (Clitoria ternatea) sendiri mengandung antioksidan tinggi seperti antosianin, flavonoid, dan peptida. Kandungan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan fungsi otak, menstabilkan gula darah, serta membantu meredakan peradangan dan stres.
Meski demikian, pihak SPPG mengakui adanya sebagian siswa yang merasa ragu untuk mengonsumsi nasi tersebut. Hal itu dinilai lebih karena faktor kebiasaan dan tampilan yang tidak umum.
“Anak-anak terbiasa dengan nasi putih. Ketika melihat warna biru, ada yang merasa asing. Ini soal adaptasi, bukan soal rasa atau keamanan,” imbuhnya.
SPPG Jedung menegaskan bahwa penggunaan bunga telang sebagai pewarna alami sudah lazim digunakan dalam berbagai olahan makanan, baik tradisional maupun modern.
Pihaknya juga berharap agar setiap informasi yang beredar di masyarakat dapat disajikan secara berimbang dan tidak menimbulkan opini yang menyesatkan.
“Kami berharap masyarakat bisa memahami bahwa ini bagian dari inovasi menu sehat. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kualitas gizi siswa,” pungkasnya.
Moo/Red

