NEWS  

Kunjungi Kangayan Fighter Team Sukses Jalin Sinergitas dengan TNI-Polri dan Kades

Sumenep || Net88.co || Untuk menguatkan sinergitas lintas elemen, Figthter Team sukses menyelenggarakan penyuluhan hukum dan jurnalistik di Kepulauan khususnya di Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung di depan kantor Desa Torjek tersebut dihadiri oleh Kapolsek Kangayan beserta jajaran, Camat Kangayan yang diwakili Sekcam Kangayan, Ketua AKD Kangayan, Danramil, Asper Kangean Barat, Asper Kangean Timur dan Kades se-Kecamatan Kangayan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta LSM Keta Peduli pada Senin (22/08/2023).

Tujuan dari kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun pondasi kemitraan bersama TNI-Polri, Pemerintah Desa, Forkopimka, tokoh agama, tokoh pemuda maupun elemen masyarakat.

Hal tersebut, dikatakan oleh Kapolsek Kangayan, IPTU Miftahol Rahman, S.H., M.H menyampaikan ,” Terima kasih dan selamat datang, Fighter team di Kecamatan Kangayan,” kata Iptu Miftahol Rahman.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kapolsek Kangayan, IPTU Miftahol Rahman dan kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat dan menyampaikan terima kasihnya atas kedatangan Fighter team ke Kecamatan Kangayan, ujarnya pada media.

Menurut Kapolsek, kedatangan Fighter team ke Kecamatan Kangayan ini untuk menjalin sinergitas sekaligus menguatkan komitmen demi mewujudkan kamtibmas yang kondusif. Tak hanya itu kehadiran rekan rekan team Fighter ini patut kita apresiasi,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Berikan Pelayanan Keamanan Perayaan Hari Raya Paskah, Kapolres Pamekasan Cek Tempat Ibadah Gereja

Sementara itu, Ketua Fighter Team, Igusty Madani diatas podiumbya menyampaikan pujian terhadap responsifnya jajaran Forkopimka, Ketua AKD, Kades Torjek, Mukenap, S.Pd dan para Kades yang lain serta para aktivis Kangayan.

“Sebuah kehormatan bisa datang ke Kecamatan Kangayan ini, Terima kasih karena sudah menyambut kami luar biasa,” ujar Igusty Madani.

Kata Igusty juga menambahka maksud dan tujuan penyuluhan hukum dan jurnalistiknya ke wilayah Kangayan.

“Adalah penyuluhan hukum dan jurnalistik ini menjadi informasi penting yang harus disampaikan agar semakin dimengerti oleh seluruh elemen yang hadir demi meminimalisir terjadinya benturan hukum terhadap segala persoalan karena kurangnya pemahaman,” tegas pria berambut gondrong yang memiliki kharisma.

Igusty menghimbau, kepada seluruh kepala Desa, jajaran Forkopimkam maupun TNI-Polri tidak perlu takut dengan kedatangan wartawan maupun LSM selama melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya.

BACA JUGA :  Kades Sumberanyar Serahkan Tiga Unit Motor Tiga Roda Fasilitas di Setiap Dusun

“Karena wartawan yang profesional tentu akan mengedepankan adab atau kesopanan saat berinteraksi dengan narasumber serta mentaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya,” bebernya.

Tentu tak bisa dipungkiri, lanjut dia, seiring berjalannya waktu, wartawan dan perusahan Pers telah menjamur di era digital. Bahkan fakta di lapangan tidak sedikit pula para Kades mendapat perlakuan yang kurang baik bahkan mungkin merasa terancam dan dirugikan.

Demi meminimalisir terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, para Kades dan seluruh elemen pemerintah, termasuk TNI- Polri harus lebih bijaksana menyikapi dinamika yang terjadi.

Intinya, harus siap mental saat menghadapi wartawan yang profesional maupun yang kurang profesional,”paparnya.

Sebab, menurut pria yang identik dengan kopiah hitamnya ini, profesi wartawan itu berat, wartawan juga dituntut penuh tanggung jawab dan tidak hanya cukup memiliki kartu Pers.

“Jika misalkan ada oknum wartawan yang memberitakan Kades namun sudah melenceng dari kode etik Jurnalistik, ada narasi narasi yang menjustifikasi, tidak berimbang maupun lain lain, anda berhak untuk meminta hak jawab maupun hak koreksi. Karena wartawan dan narasumber seyogyanya memiliki hak yang setara,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tokoh Pemuda Milenial, Andri Agus Setiawan Resmikan Ruang Bersama Maas di Magetan

“Bagi pers yang tidak melayani hak jawab maka akan dikenakan sanksi hukum pidana denda sebanyak Rp. 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah) karena telah melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), sebagaimana yang tercantum dalam UU No 40 Tahun 1999,” tandasnya.Di kesempatan yang sama, Ketua AKD Kecamatan Kangayan Hasanullah mengaku bersyukur atas terciptanya sinergitas sehingga nantinya bisa berjuang bersama sama untuk menjaga kondusifitas Kecamatan Kangayan.

“Syukur Alhamdulillah dengan adanya Sinergitas ini,” ucap Hasanullah.Hasanullah berharap sinergitas yang telah dijalin terus dijaga agar segala persoalan yang terjadi di wilayah hukum Kecamatan Kangayan bisa diselesaikan dengan baik, penuh koordinasi dan musyawarah.

“Saya rasa Sinergitas ini penting untuk kita bersama demi mewujudkan Wilayah Keamanan kondusif dan mengedepankan koordinasi,” ulasnya.

Ia akan menggagendakan acara tersebut setiap tahun, dimana pelaksanaannya nanti akan digelar bertepatan dengan HUT Republik Indonesia.

”Kita akan agendakan acara ini setiap tahun,” pungkasnya.(dewa/ndri)

vvvv