NEWS  

Ekspor Berlanjut, PT ESM Kirim 20 Juta Batang Rokok King Bravo ke Filipina

PAMEKASAN, NET88.CO – PT Empat Sekawan Mulia (ESM) kembali menembus pasar internasional. Perusahaan rokok asal Pamekasan itu mengekspor dua kontainer sigaret putih mesin (SPM) ke Filipina, Selasa (12/5/2026).

Ekspor kali ini berisi 20 juta batang rokok merek King Bravo. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kerja sama dagang berkelanjutan dengan mitra bisnis di Filipina.

Owner PT Empat Sekawan Mulia, H. Suhaydi, mengatakan pengiriman ini menjadi ekspor rutin perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

BACA JUGA :
Kadinkes Situbondo Akan Cross Check Kejadian di PKM Kapongan dan Lapor Bupati

“Hari ini kami ekspor 20 juta batang rokok ke Filipina,” kata H. Suhaydi.

Ia menjelaskan, ekspor ke Filipina sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Selama periode itu, PT ESM tidak hanya mengirim satu merek, tetapi beberapa varian yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Beberapa merek yang telah dipasarkan ke Filipina antara lain King Djava Classic, King Djava Menthol, San Milano, King Djava Blueberry Click, serta King Bravo,” ujarnya.

BACA JUGA :
Festival AI Nusantara 2026 Microsoft Elevate Hadirkan Alfath Flemmo, Komposer Musik Digital Indonesia dan Music-Tech Architect

Suhaydi menilai, ekspor berkala ini bukti konsistensi PT ESM memperkuat penetrasi pasar global. Sekaligus mendukung kontribusi industri hasil tembakau nasional terhadap pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Bea Cukai Madura, Budi Dewantoro, mengapresiasi langkah PT ESM yang konsisten memperluas pasar di tengah ketatnya persaingan domestik.

Menurut Budi, ekspor menjadi peluang strategis karena membuka akses ke pasar global yang lebih luas. “Dibanding hanya berebut pasar dalam negeri, ekspor relatif tidak terbatas,” katanya.

BACA JUGA :
Gegerkan Dunia Pendidikan,,,! IGTKI Sampang Luncurkan Pelatihan Berbasis Coding dan AI, Pertama di Madura!

Budi berharap langkah PT ESM dapat dicontoh pabrik rokok lain di Indonesia, khususnya di Madura, untuk mulai berorientasi ekspor. “Dengan semakin banyak industri yang merambah pasar internasional, diharapkan tercipta pasar lebih luas sehingga mendorong pertumbuhan usaha, peningkatan produksi, serta penyerapan tenaga kerja,” ujarnya. (Jo)

error: Content is protected !!