NEWS  

Di Tangan Marsuto Alfianto, BLT DBHCHT Jadi Bukti: Taat Cukai, Taat BPJS, Buruh Sejahtera

PAMEKASAN, NET88.CO – Bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) di Gudang 3 PT Jawara Internasional Jaya, Selasa (24/9/2026), menjadi panggung pembuktian bagaimana perusahaan rokok lokal bisa tumbuh besar karena taat aturan.

Di bawah komando langsung Direktur CV Jawara Internasional Djaya, Marsuto Alfianto, sebanyak 537 buruh linting menerima haknya. Total bantuan Rp1,2 juta per orang yang dicairkan dua tahap. Hari itu, Rp600 ribu cair di tangan mereka. Sisa Rp600 ribu menyusul pada November-Desember.

Marsuto berdiri di tengah ratusan buruhnya. Ia tidak banyak pencitraan. Ia bicara fakta.

Menurutnya, BLT DBHCHT yang cair hari ini adalah buah dari kepatuhan. Cukai dibayar lunas, pajak dan PPN hasil tembakau disetor, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dibayarkan tanpa potongan.

BACA JUGA :
Sidang Paripurna Ke 9 Masa Persidangan III DPRD Kota Pangkalpinang

“Yang penting kerja di CV Jawara dan kita bayarkan BPJS-nya. Banyak perusahaan sudah nebus pita cukai tapi tidak bayar BPJS, sehingga BLT-nya tidak dapat,” celetuk Marsuto di hadapan Bupati.

Itu sindiran halus tapi tajam. Di Pamekasan, tak semua pabrik rokok taat. Banyak yang menebus pita cukai, tapi abai membayar BPJS. Akibatnya buruhnya sendiri yang tidak masuk daftar penerima BLT DBHCHT.

Marsuto menjelaskan, dari lebih 700 pekerja aktif di Gudang 3, baru 537 yang tercatat menerima. Bukan karena pilih kasih, melainkan karena data penerima tahun 2026 masih mengacu pada pendataan 2025. Pekerja baru yang masuk tiga bulan terakhir belum masuk sistem.

Ia optimistis tahun depan jumlah penerima akan melonjak. Apalagi pertumbuhan tenaga kerja di Jawara sangat eksplosif, naik 350 persen dari 177 orang menjadi 537 orang.

BACA JUGA :
Edukasi Kesehatan Tak Harus Kaku, Dokter Priza Hadirkan Konten Informatif dan Menghibur

Selain BLT, Jawara juga dikenal royal dalam program sosial. Penghafal Al-Qur’an dan tokoh masyarakat diberangkatkan umrah gratis. Tahun ini saja 27 karyawan sudah diberangkatkan.

“Rahasianya kolaborasi antara pekerja dengan pengusaha itu berjalan dengan baik,” kata Marsuto.

Kehadiran Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, bersama Dinas Sosial, Bank Jatim, Kepala Desa Badung dan tokoh masyarakat membuat penyaluran ini makin berkelas.

Bupati tak ragu menyebut CV Jawara sebagai role model. Data yang diterimanya menyebut Jawara adalah pembayar BPJS terbesar di Pamekasan dengan setoran Rp56,8 juta setiap bulan.

“Ketika yang membayar BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan semakin banyak, maka untuk UHC prioritas itu akan semakin dekat,” tegas Bupati.

BACA JUGA :
Molen Apresiasi Bimtek Imam Masjid dan Khatib Bawa Hal Positif

Bagi Kholilurrahman, UHC Prioritas tidak akan terwujud jika hanya pemerintah yang bergerak. Pengusaha harus ikut memikul tanggung jawab sosial. Karena itu Pemkab sudah mengirim surat, bahkan mengumpulkan para pemilik pabrik rokok di Pendopo.

“Peran pengusaha sangat-sangat penting. Pertumbuhan ekonomi di Pamekasan banyak disumbang dari pengusaha kita. Orang-orang fakir miskin harus kita perhatikan, bukan hanya pemerintah tapi pengusaha juga,” tegasnya.

Bupati juga mengacungi jempol program umrah gratis Jawara.

“Itu nilai yang cukup fantastis. Tanpa ikatan apa-apa, semata-mata karena Allah, semata-mata ikhlas beragama,” pujinya.

Di penghujung acara, pesan Bupati sederhana tapi mengena bagi para buruh penerima BLT DBHCHT.

“Pesan saya bersyukur agar BLT ini bisa bertahan lama dan berkesinambungan. Manfaatkan dana yang kecil itu secara maksimal, jangan dihambur-hamburkan,” pesannya.(Jo)

error: Content is protected !!