NEWS  

Insiden Ambunten vs Masalembu Berujung Fatal! Turnamen AF Sport U-17 Sumenep Resmi Dihentikan

SUMENEP, NET88.CO – Turnamen AF Sport Football Competition U-17 2026 antar-kecamatan se-Kabupaten Sumenep resmi dihentikan setelah terjadi insiden keributan dalam pertandingan antara Kecamatan Ambunten melawan Kecamatan Masalembu pada Selasa (20/10/2026).

Penghentian kompetisi tersebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan serta tidak adanya izin lanjutan dari Kapolresta Sumenep bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Insiden ini menjadi sorotan karena turnamen sepak bola kelompok usia di bawah 17 tahun semestinya menjadi ajang pembinaan atlet muda, mempererat persaudaraan antarkecamatan, dan melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial di Kabupaten Sumenep.

BACA JUGA :
Haji Her : "Potensi Masuknya Tembakau Luar Madura Harus Dibendung Bersama-sama!!!"

Panpel AF Sport di bawah sorotan

Secara struktural, AF Sport Football Competition U-17 2026 diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) AF Sport yang diketuai Akh Hasbul.

Dengan dihentikannya turnamen tersebut, tanggung jawab penyelenggaraan menjadi perhatian publik, terutama terkait pengamanan pertandingan, pengendalian pemain dan suporter, serta kepatuhan terhadap ketentuan perizinan.

Sebagai pihak penyelenggara, Panpel diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi insiden, langkah antisipasi yang telah dilakukan, serta alasan kompetisi tidak dapat dilanjutkan.

Kapolresta dan Forkopimda tak memberikan izin lanjutan

BACA JUGA :
Sambut HUT Bhayangkara ke-76, RS.Bhayangkara Bondowoso Gelar Donor Darah

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Panpel mengambil keputusan resmi untuk menghentikan kelanjutan AF Sport U-17 2026 setelah insiden keributan antarpemain maupun suporter dalam laga Ambunten kontra Masalembu.

Keputusan tersebut disebut diambil demi menjaga situasi keamanan sekaligus menyikapi persoalan perizinan kompetisi.

Dengan demikian, turnamen AF Sport U-17 2026 dinyatakan selesai dan tidak dilanjutkan.

Sepak bola usia muda bukan arena keributan

Sepak bola usia muda bukan semata-mata soal kemenangan, gengsi, atau nama baik kecamatan. Kompetisi ini seharusnya menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan penghormatan terhadap lawan.

BACA JUGA :
Kakwarda Harap Jamda Tetap Dilaksanakan

Ketika sebuah turnamen harus dihentikan akibat insiden keributan, seluruh pihak perlu melakukan introspeksi, mulai dari penyelenggara, pemain, ofisial tim, suporter, hingga unsur pengamanan.

Panpel AF Sport di bawah kepemimpinan Akh Hasbul diharapkan menyampaikan penjelasan resmi mengenai penghentian turnamen, termasuk hasil evaluasi terhadap insiden yang terjadi.

Sebab, keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari jumlah pertandingan yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Moo/Red

error: Content is protected !!