BONDOWOSO, NET88.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Bondowoso terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan guna meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat, khususnya dalam memantau proses pengambilan obat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan pemantauan progres antrean obat berbasis barcode. Sistem ini memungkinkan pasien mengetahui perkembangan proses pelayanan obat, mulai dari obat diterima di loket Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) hingga obat diserahkan kepada pasien.
Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR., menyampaikan hal tersebut usai memaparkan inovasi pelayanan rumah sakit di Command Center Sekretariat Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/9/2026).
Menurut dr. Yus, inovasi tersebut memperoleh respons positif dari tim penilai karena dinilai dapat membantu masyarakat memantau perkembangan pelayanan antrean obat.
“Alhamdulillah, tadi sudah kita paparkan di tim penilai dan responsnya cukup positif, karena sangat membantu masyarakat dalam mengetahui progres layanan antrean obat,” ujarnya.
Pasien Bisa Memantau Proses Obat dari Luar Rumah Sakit
Dr. Yus menjelaskan, inovasi pemantauan antrean obat tersebut dirancang agar pasien dapat mengetahui sejauh mana proses penyiapan obat tanpa harus terus menunggu di lingkungan rumah sakit.
Dengan sistem ini, pasien dapat memantau apakah obat yang dipesan masih dalam proses atau telah selesai disiapkan, termasuk ketika pasien sedang berada di luar rumah sakit.
“Jadi, pasien bisa mengetahui progres obat diterima dari loket sampai penyerahan kepada pasien. Pasien bisa mengetahui obat selesai walaupun sedang di luar rumah sakit,” jelasnya.
Untuk mengakses layanan tersebut, pasien cukup melakukan pemindaian (scan) barcode yang disediakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS).
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, rumah sakit berupaya memberikan informasi yang lebih mudah diakses pasien selama menjalani proses pelayanan pengambilan obat.
Dikembangkan Secara Mandiri oleh RSUD dr. Koesnadi
Lebih lanjut, dr. Yus menegaskan bahwa layanan pemantauan antrean obat tersebut bukan aplikasi yang dapat diunduh secara bebas melalui Play Store. Sistem ini dikembangkan secara mandiri oleh RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dan untuk sementara digunakan di lingkungan rumah sakit tersebut.
“Ini di-develop oleh rumah sakit sendiri, jadi yang menciptakan rumah sakit sendiri. Sementara hanya untuk di Rumah Sakit dr. Koesnadi Bondowoso,” ungkapnya.
Ia berharap, inovasi pelayanan berbasis barcode tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemudahan, efisiensi, dan kenyamanan saat memperoleh pelayanan kesehatan.
“Inovasi ini bermanfaat untuk masyarakat dan bisa mempermudah serta memberi kenyamanan untuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Redaksi NET88.CO)

