NEWS  

Ratusan Peternak Tulungagung Demo Tolak Keras Invasi Investor Asing

​TULUNGAGUNG, NET88.CO- Ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Tulungagung, menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Titik 0 Kilometer Tulungagung, Sabtu (16/5/2026).

Aksi unjuk rasa diwarnai dengan pembagian 5.000 butir telur gratis ini, merupakan bentuk protes atas anjloknya harga telur serta penolakan keras terhadap isu masuknya investor asing asal Cina dalam pengadaan telur nasional.

​Koordinator Lapangan Peternak Rakyat Tulungagung, Abdul Kholiq, mengatakan bahwa masuknya pemodal asing di tengah situasi over suplai saat ini berpotensi besar mematikan mata pencaharian peternak lokal.

BACA JUGA :
Pers Dibatasi, Hanya Dua Media yang Diizinkan Meliput Pelantikan Bupati Simeulue

​”Kebijakan mendatangkan investor asing bisa membunuh peternak ayam lokal dan menjadi pukulan berat bagi kami. Tuntutan kami hanya satu, yakni menolak investor asing untuk pengadaan telur,” ujarnya.

​Menurutnya, pemicu utama gejolak ini adalah jatuhnya harga telur di tingkat peternak pasca Hari Raya Idul Fitri 2026. Saat ini, harga telur merosot tajam ke angka Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal yang berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.

​Kondisi over suplai di wilayah sentra produksi seperti Tulungagung dinilai menjadi penyebab utama operasional peternak mengalami kerugian besar karena tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Laksanakan Anjangsana dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

​Selain menolak investasi asing, massa juga menyoroti peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Sebagai wadah dunia usaha dan mitra strategis pemerintah, Kadin didesak untuk tidak tinggal diam dan segera memperjuangkan nasib peternak rakyat di daerah.

​Para peternak menuntut kepastian kebijakan yang berpihak pada peternak mandiri, salah satunya melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi lokal.

BACA JUGA :
Achmad Fauzi Warning SPPG MBG, Jika Kualitas Buruk Siap-siap Disanksi

Dalam tuntutannya, mereka menolak keterlibatan investor asing (Cina) dalam rantai pasok dan pengadaan telur nasional, mereka meminta pemerintah dan Kadin memastikan program pangan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), wajib menyerap telur dari peternak rakyat, bukan dari korporasi besar atau modal asing.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan ataupun klarifikasi resmi dari pihak Kadin maupun otoritas terkait mengenai isu keterlibatan investor asing dalam skema pengadaan telur nasional tersebut. (Dhlo/Dst)

error: Content is protected !!