Bondowoso, NET88.CO – Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Standar Kompetensi Kerja Bidang Jasa Konstruksi II.
Menurutnya, pembangunan yang baik tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan ketersediaan anggaran, tetapi juga sangat bergantung pada kompetensi tenaga kerja di lapangan.
“Perencanaan sudah baik, anggaran juga tersedia. Namun, tanpa didukung kompetensi SDM yang memadai, pekerjaan berpotensi tidak selesai tepat waktu dan kualitasnya kurang optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan bimtek ini, tenaga kerja konstruksi diharapkan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga benar-benar kompeten dalam menjalankan tugasnya.
Bimtek ini juga memberikan sejumlah manfaat, di antaranya menambah pengetahuan, menjadi syarat perpanjangan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK), serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang paling penting, masyarakat mendapatkan manfaat berupa kualitas pekerjaan yang baik dan memiliki usia ekonomis yang panjang,” tambahnya,Selasa,5/05/2026.
Fathur Rozi juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi harus dapat diaplikasikan di lapangan. Dengan demikian, pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan menghasilkan mutu yang optimal.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan instansi terkait di tingkat provinsi, dan meskipun difokuskan untuk tenaga kerja di Bondowoso, pihaknya tetap membuka peluang bagi peserta dari luar daerah untuk ikut serta.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah dalam pelaksanaan program pembangunan, termasuk dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan teknis di lapangan.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Ke depan, penyampaian informasi juga harus dilakukan secara utuh dan tidak sepotong-sepotong, sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.

