NEWS  

Naik Kelas ke Tipe B, Raih Akreditasi Paripurna, dan Optimistis Lampaui Target PAD Rp116 Miliar

SUMENEP NET88.CO — RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep (RSUDMA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada Februari 2025, rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumenep ini resmi naik kelas dari Tipe C menjadi Tipe B, sekaligus meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, predikat tertinggi dalam standar akreditasi rumah sakit nasional.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan RSUDMA sebagai institusi layanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kenaikan status ke Tipe B diperoleh setelah berhasil melalui proses kredensialing BPJS Kesehatan dan visitasi Kementerian Kesehatan, yang menilai kesiapan rumah sakit dari sisi infrastruktur, kelengkapan layanan spesialistik, sumber daya manusia, hingga tata kelola manajemen.

Dengan status Tipe B, RSUDMA kini menjadi rumah sakit rujukan utama dengan layanan yang lebih komprehensif di wilayah Madura. Masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar kota untuk mendapatkan penanganan medis tertentu, karena berbagai layanan spesialistik dan fasilitas penunjang sudah tersedia di Sumenep.

BACA JUGA :
Ramai Jadi Perbincangan Warga Net, Polemik Penutupan Jalan Barat Maospati Akhirnya Ditindaklanjuti

Infrastruktur dan SDM Berstandar Rujukan

Peningkatan kelas ini bukan sekadar administratif, melainkan hasil dari transformasi menyeluruh. Infrastruktur rumah sakit terus diperkuat, peralatan medis diperbarui sesuai standar pelayanan rujukan, serta tenaga kesehatan ditingkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan dan pengembangan profesional.

Standar mutu pelayanan juga dipastikan melalui keberhasilan meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, yang menunjukkan bahwa RSUDMA telah memenuhi standar keselamatan pasien, manajemen risiko, mutu pelayanan klinis, serta tata kelola organisasi yang akuntabel dan transparan.

Kontributor PAD Terbesar, Target Rp116 Miliar Optimistis Terlampaui

Tak hanya unggul dalam pelayanan, RSUDMA juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Rumah sakit ini tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.

BACA JUGA :
Panen Raya hasilkan 150 Karung padi, Lapas Pamekasan optimalkan Program Asimilasi WBP

Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan capaian PAD sebesar Rp116 miliar. Dengan peningkatan status menjadi Tipe B serta bertambahnya kepercayaan masyarakat, target tersebut dinilai realistis bahkan optimistis dapat terlampaui.

Kepemimpinan Transformasional

Seluruh capaian ini diraih di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, M.Kes, yang secara konsisten mendorong reformasi manajemen dan peningkatan mutu layanan.

Dalam keterangannya, dr. Erliyati menyampaikan bahwa kenaikan status menjadi Tipe B merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit.

“Alhamdulillah, ini bukan hanya capaian manajemen, tetapi keberhasilan seluruh tim RSUD dr. H. Moh. Anwar. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan bermutu. Dengan status Tipe B dan Akreditasi Paripurna, masyarakat Sumenep tidak perlu lagi jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan layanan rujukan yang komprehensif,” ujar dr. Erliyati.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas layanan akan terus menjadi prioritas utama.

“Kami optimistis target PAD Rp116 miliar pada 2026 dapat terlampaui. Namun bagi kami, yang terpenting adalah kepercayaan masyarakat. Ketika layanan semakin baik, transparan, dan profesional, maka kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.

Ke depan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep akan terus melakukan inovasi pelayanan berbasis mutu dan keselamatan pasien, sejalan dengan nilai BerAKHLAK, guna memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan unggulan di Madura.

Dengan transformasi besar ini, RSUDMA tidak hanya naik kelas secara administratif, tetapi juga naik kelas dalam kualitas layanan, profesionalisme, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Moo/Red

error: Content is protected !!