NEWS  

Isu Anggaran Prasasti Puisi Mencuat di Balik Proyek Tugu Keris Sumenep

SUMENEP, NET88.CO – Isu mengenai besaran anggaran prasasti puisi di Tugu Keris Sumenep mencuat ke ruang publik. Prasasti yang memuat puisi “Munajat di Jantung Keris” karya budayawan Ibnu Hajar tersebut dikaitkan dengan isu anggaran sekitar Rp150 juta, sementara sang penyair menyatakan tidak menerima honor atas karyanya.

Tugu Keris Sumenep merupakan monumen budaya yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,5 miliar dari dana publik. Monumen tersebut diberi nama Arya Wiraraja dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Desa Sendang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (30/1/2025).

Secara fisik, tugu ini memiliki tinggi 17 meter dan dihiasi 45 kelopak bunga, yang melambangkan tanggal dan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Tugu Keris dibangun sebagai simbol identitas Sumenep sebagai Kota Keris, yang tradisi perkerisannya telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

BACA JUGA :
Angin Puting Beliung Terjang Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek

Puisi “Munajat di Jantung Keris” dipahatkan secara permanen pada prasasti tugu dan memuat refleksi tentang keris, leluhur, alam, serta spiritualitas masyarakat Madura. Karya tersebut menjadi bagian dari narasi kultural yang ingin ditampilkan melalui monumen tersebut.

BACA JUGA :
KPU Pamekasan Gelar Rakor Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan ke II

Menanggapi isu yang berkembang, Ibnu Hajar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima imbalan finansial atas penggunaan puisinya.

“Satu rupiah pun saya tidak pernah menerima uang dari puisi itu. Puisi tersebut memang karya saya, dan ketika dipahatkan di prasasti Tugu Keris, saya sudah berterima kasih. Karya saya dihargai seperti itu sudah cukup,” ujar Ibnu Hajar.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya murni sebagai kontribusi kebudayaan dan bukan kerja komersial. Menurutnya, ruang ekspresi budaya di ruang publik sudah merupakan bentuk penghargaan tersendiri.

Meski demikian, isu anggaran prasasti puisi tetap menjadi perhatian sebagian masyarakat. Mereka berharap adanya penjelasan terbuka mengenai perincian penggunaan anggaran proyek Tugu Keris, termasuk biaya yang dikaitkan dengan pembuatan prasasti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi secara rinci dari pihak terkait mengenai kebenaran dan detail isu anggaran prasasti puisi sebesar Rp150 juta tersebut. Publik berharap proyek budaya berskala besar ini dikelola secara transparan dan akuntabel, sejalan dengan semangat pelestarian budaya yang diusung.

Moo/Red