SUMENEP, NET88.CO – Wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutan Hadi Tjahyadi, terus bergulir di tengah masyarakat. Di saat yang sama, kini muncul pula desakan agar yang bersangkutan mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep.
Desakan tersebut muncul seiring kondisi kesehatan yang dikabarkan belum sepenuhnya pulih. Sejumlah pihak menilai, jika kondisi kesehatan masih membutuhkan pemulihan, maka akan lebih baik apabila Sutan Hadi Tjahyadi fokus terlebih dahulu pada proses penyembuhan.
Selain karena posisinya sebagai anggota DPRD yang tengah disorot terkait wacana PAW, jabatan sebagai Ketua KONI juga dinilai membutuhkan perhatian dan aktivitas yang tidak sedikit. Organisasi olahraga tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam membina berbagai cabang olahraga, termasuk mempersiapkan atlet-atlet daerah menghadapi berbagai kejuaraan.
Seorang warga Sumenep yang mengikuti perkembangan dunia olahraga daerah menilai kepemimpinan di tubuh KONI membutuhkan figur yang aktif dan mampu mengawal berbagai program pembinaan.
“Kalau memang kondisi kesehatannya belum pulih, lebih baik fokus dulu untuk memulihkan kesehatan. Jabatan seperti Ketua KONI tentu membutuhkan perhatian serius karena menyangkut pembinaan atlet dan program olahraga daerah,” ujarnya.
Menurutnya, KONI merupakan organisasi strategis yang memegang peran penting dalam kemajuan olahraga di Kabupaten Sumenep. Karena itu, kepemimpinan yang aktif dianggap menjadi faktor penting agar berbagai program pembinaan tidak terhambat.
“Olahraga daerah juga butuh perhatian. Jangan sampai program pembinaan atlet atau agenda olahraga terganggu karena pimpinan organisasi tidak bisa menjalankan aktivitas secara maksimal,” tambahnya.
Di sisi lain, sebelumnya juga muncul aspirasi dari sejumlah pemilih Sutan Hadi Tjahyadi di daerah pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Kota Sumenep, Batuan, Kalianget, dan Talango. Mereka meminta agar yang bersangkutan lebih memprioritaskan pemulihan kesehatannya terlebih dahulu.
Sebagian pemilih bahkan menyarankan agar DPC PDI Perjuangan Sumenep mempertimbangkan mekanisme PAW apabila kondisi kesehatan Sutan Hadi Tjahyadi tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas sebagai anggota DPRD secara normal.
Menurut mereka, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan yang bersangkutan sekaligus agar aspirasi masyarakat di daerah pemilihan tetap dapat tersalurkan melalui wakil rakyat yang aktif menjalankan tugasnya.
Seiring berkembangnya wacana tersebut, kini sorotan tidak hanya tertuju pada posisi Sutan Hadi Tjahyadi di DPRD Sumenep, tetapi juga pada jabatannya sebagai Ketua KONI Sumenep yang dinilai membutuhkan perhatian dan keterlibatan aktif dalam menjalankan roda organisasi.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Sutan Hadi Tjahyadi terkait munculnya wacana PAW maupun desakan agar dirinya mundur dari jabatan Ketua KONI Sumenep.
Begitu pula dengan pihak KONI Sumenep yang belum memberikan tanggapan resmi terkait isu yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.
Moo/Red

