Berita  

Polres Sampang Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak Di Kecamatan Camplong

Sampang,NET88.CO – Beredar nya berita yang viral di medsos terkait penculikan maupun percobaan penculikan anak di wilayah Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang Madura yang terjadi pada Minggu 29 Januari 2023 kemarin Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto SH menyatakan dengan tegas bahwa berita itu tidak benar (hoax)

” Ditegaskan oleh Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto bahwasanya
tidak ada penculikan maupun percobaan penculikan anak di Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang “.

Saat ditemui di ruang kerjanya, kepada awak media Kasi Humas Polres Sampang menyampaikan, adanya pemberitaan penculikan maupun percobaan penculikan untuk mengantisipasi akan terjadinya gangguan Kamtibmas dan keresahan masyarakat di wilayah Kecamatan Camplong, Kapolsek Camplong AKP Budi Nugroho telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan langsung ke sekolah dasar negeri tempat pengambilan video berdurasi 2 menit 36 detik tersebut.

BACA JUGA :  5 Kali Raih WTP, Pemkot Pangkalpinang Diganjar Penghargaan dari Menkeu

“Dalam video SH alias S 10 tahun yang mengenakan baju seragam merah putih mengaku kepada perekam video bahwa dia dan ketiga kawannya yang berinisial N, ES dan V lolos dari penculikan saat hendak berangkat sekolah Madrasah Ibtidaiyah” kata Ipda Sujianto SH.

Setelah melihat video tersebut, Kanit Binmas, Kanit Intelkam dan anggota Unit Reskrim Polsek Camplong langsung melakukan interograsi kepada SH alias S 10 tahun menceritakan bahwa yang diceritakan yang terjadi pada dirinya dan ketiga temannya seperti isi video viral yang berdurasi 2 menit 36 detik.

“Kepada personil Polsek Camplong, ketiga teman SH yang berinisial ES, N dan V saat di datangi kerumahnya menerangkan kalau semua pengakuan dari HS dalam video itu tidak benar dan keterangannya meyakinkan anggota Polsek bahwa kejadian percobaan penculikan maupun penculikan yang terjadi pada hari Minggu saat hendak berangkat sekolah Madrasah Ibtidaiyah tidak benar” Kata Kasi Humas Polres Sampang menirukan cerita HS.

BACA JUGA :  Pastikan Bus Kondisi Layak Jalan, Satlantas dan Dishub Sumenep Lakukan Pengecekan Armada

Ipda Sujianto SH menegaskan,” Karena takut terlambat masuk madrasah ibtidaiyah, SH mengajak ketiga kawannya untuk bersekongkol dengan mengarang cerita kalau mereka lolos dari penculikan anak saat menuju madrasah ibtidaiyah”.

Kepada masyarakat Kabupaten Sampang, Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto SH menghimbau,” Agar masyarakat tak mudah termakan hoax terkait isu penculikan anak yang lagi ramai, terlebih masyarakat agar tidak mudah menyebarkan video-video hoax terkait isu penculikan anak”.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Babel Menghadiri Seminar DWG Di Kabupaten Belitung

“Masyarakat jangan mudah termakan isu-isu hoax. Saat mendengar kabar yang sekiranya meragukan maka kami harapkan masyarakat untu saring terlebih dulu sebelum melakukan sharing. Silahkan masyarakat menghubungi Bhabinkamtibmas maupun Polmas yang berada di desa atau kelurahan guna mencari informasi kebenaran isu-isu yang berkembang perihal penculikan anak di Kabupaten Sampang” Tegas Ipda Sujianto SH .

Kasi Humas Polres Sampang berharap kepada awak media untuk selalu mendukung Polres Sampang melalui tulisannya yang dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar senantiasa kondusif dan selalu aman dari berbagai gangguan Kamtibmas,pintanya memungkasi komentarnya.(ndri/fit)

vvvv