Situbondo, NET88.CO — Demi menjaga tingkat kebersihan menuju Indonesia asri bersih indah, Pemerintah Kabupaten Situbondo menggencarkan gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini digulirkan sebagai bagian dari penguatan tata kelola lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif bagi masyarakat itu sendiri menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik. Selasa ( 03/03/2026 )
pesan,” Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan Indonesia Asri dimaknai sebagai gerakan bersama yang menekankan kenyamanan ruang publik, lingkungan bebas dari pencemaran, budaya bersih berbasis kesadaran, serta penataan daerah yang rapi dan indah.
“Sebagaimana diamanahkan pemerintah pusat, penataan wilayah yang rapi dan indah itu bukan semata estetika, melainkan bagian dari tata kelola lingkungan yang terukur dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya
Lanky, ” Bupati, Mas Rio menegaskan, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk mendukung implementasi program tersebut, mulai dari penataan taman kota, pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga pengawasan kawasan rawan pencemaran.
“Kami ingin membangun budaya. Kalau budaya bersih sudah tertanam, maka resik dan indah akan menjadi karakter Situbondo,” Tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Situbondo dr. Sandy Hendrayono menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah teknis, termasuk peningkatan armada pengangkut, serta edukasi pengurangan sampah plastik sekali pakai.
“Pagi ini kami lakukan bersih-bersih sampah secara serentak di masing-masing OPD sebagai langkah konkret membangun budaya resik dan memperkuat tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan,” Imbuhnya.
dr Sandy menjelaskan, aspek sehat dalam program tersebut juga berkaitan erat dengan pengendalian kualitas udara dan air. DLH, kata dia, rutin melakukan pemantauan serta mendorong pelaku usaha mematuhi standar lingkungan.
“Kami ingin memastikan ruang publik bersih dari sampah, saluran air tidak tersumbat, dan kawasan permukiman tertata. Jika lingkungan resik, maka dampaknya langsung pada kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, penataan ruang terbuka hijau juga menjadi bagian dari upaya memperindah wajah kota. DLH berkolaborasi dengan kecamatan dan desa untuk melakukan penghijauan serta penataan titik-titik yang sebelumnya kumuh,” Pungkasnya
Dyt

