NEWS  

MAFIA PERTAMBANGAN & TRADISI MEMAKAI DOKTER DI IUP OP DI SULTRA DPD JPKPN SULTRA ANGKAT BICARA (Part 2)

Sultra, NET88 – Sulawesi Tenggara adalah Provinsi yang hari ini sumber kekaya alamnya berlimpah dengan berlimpahnya itu menurut ketua DPD JPKPN Sultra yang hari ini sudah di angkat sebagai Sekjen JPKPN RI oleh mandat Ketum JPKPN menyampaikan sangat miris kampung halaman kami dibuat seakan akan kami tak ada lagi dan sudah mati kenapa demikian lahan kami dan lingkungan kami dirusak tetapi sumber daya alamnya dikeruk dan dibawa keluar untuk kemaslahatan masyarakat di luar Sultra.

BACA JUGA :  Tarawih Hari Pertama Masjid Lapas Penuh, ini Pesan Kalapas kepada Warga Binaan

Woroagi atau Agima sapaan ketua JPKPN Sultra menemukan banyak titik yang diduganya melanggar baik melanggar tentang lingkungan paska tambang maupun yang sedang beroperasi sehingga sebagai putra daerah tegas dia akan perjuangkan.

Diberikan keterangan melalui telpon selular karena dia ketua JPKPN Sultra sedang berada di kota jakarta menyampaikan “saya kejakarta sedang menjalankan amanah organisasi dan terhusu amanah pemberi kuasa dari ibu jaristina pemilik lahan yang lahannya itu dikeruk dan sama sekali tidak ada penyampaian dan proses bagi hasil penambangan yang mana Woroagi mengatakan istimasi bahwa lahan tersebut sudah beberapa kali diolah dan diangkut artinya lahan ibu jaristina ini sudah di rusak, diharah dan dugaan ini menguatkan untuk dilakukan pelaporan atas dugaan penipuan dan penggelapan sesuai ketentuan dalam KUHP pasal 372 dan 378.

BACA JUGA :  Jalin Silahturahmi, Kapolres Sambangi Dandim 0105/Abar

Sesuai keterangan Woroagi besok hari Selasa tanggal 13/12/2023 akan pulang dari Jakarta dan langsung ke boenaga berdiri atas nama kuasa akan melakukan penutupan lahan sesuai perintah ibu jaristina dan akan melakukan upaya hukum.

BACA JUGA :  Lalai Pengawasan !!!! Diduga Cakar Ayam Taman Batas Kropos dan Hancur Langsung di Timbun

Disampaikan ibu jaristina lahan kami ini bukan lahan ilegal karena tiap tahun kami tunaikan kewajiban kami membayar pajak dan sering kami datang bersihkan tetapi pemilik IUP dan Penambang yang ada terkesan memasuki lahan kami tapi tidak tau permisi kita ini sebagai asli daerah sementara di jajah yang jelas saya tidak akan tinggal diam. Tegas jaristina.(Red)

vvvv