SUMENEP NET88.CO – Dinamika penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Tahun 2026 semakin memanas. Setelah Panitia Seleksi mengumumkan tiga nama terbaik hasil seleksi terbuka, perhatian publik kini mengerucut pada dua kutub besar perdebatan: latar belakang pendidikan IPDN atau non-IPDN, serta figur putra daerah atau luar daerah.
Isu tersebut berkembang luas di tengah masyarakat dan kalangan birokrasi. Sebagian pihak menilai lulusan IPDN memiliki keunggulan dalam aspek tata kelola pemerintahan, disiplin birokrasi, serta pemahaman sistem administrasi yang terstruktur. Pengalaman kepamongprajaan dianggap menjadi bekal penting dalam mengoordinasikan organisasi perangkat daerah (OPD).
Namun di sisi lain, figur non-IPDN juga dinilai tidak kalah kompetitif. Pengalaman teknokratis, kedekatan dengan masyarakat, serta rekam jejak kepemimpinan di dinas strategis menjadi kekuatan tersendiri. Banyak yang berpendapat bahwa kepemimpinan birokrasi tidak semata ditentukan oleh almamater, tetapi oleh kapasitas manajerial dan integritas.
Perdebatan semakin menarik ketika dikaitkan dengan isu putra daerah. Sejumlah pengamat menilai figur yang berasal dari Sumenep dinilai lebih memahami karakteristik wilayah, termasuk kondisi geografis kepulauan, kultur religius, hingga dinamika sosial-politik lokal. Pemahaman tersebut dianggap penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan harmonisasi antar-OPD.
“Sumenep memiliki karakter yang khas. Pemimpin birokrasi yang memahami kultur lokal akan lebih cepat menyesuaikan diri dan efektif dalam mengambil kebijakan administratif,” ujar seorang pengamat pemerintahan daerah.
Meski demikian, pandangan lain menegaskan bahwa yang paling utama adalah kompetensi dan kemampuan membangun sinergi dengan kepala daerah. Sekda merupakan motor penggerak birokrasi yang bertugas mengoordinasikan kebijakan, memastikan program berjalan efektif, serta menjaga ritme pemerintahan tetap stabil.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menentukan satu nama yang akan dilantik sebagai Sekretaris Daerah definitif. Publik pun menanti: apakah pilihan akan jatuh pada figur berlatar IPDN atau non-IPDN? Putra daerah atau figur dari luar Sumenep?
Yang jelas, siapa pun yang terpilih, tantangan ke depan tidak ringan. Sekda terpilih diharapkan mampu memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kinerja perangkat daerah, serta menjaga soliditas pemerintahan demi kemajuan Kabupaten Sumenep.
Penulis : Asmuni Bara

