Magetan — Net88.co — Perayaan Natal 2025 yang digelar Jemaat Gereja Pantekosta Imanuel (GPIm) Sarangan berlangsung penuh kehangatan dan makna kebersamaan. Bertempat di Aula Hotel Nusa Indah Sarangan, Rabu sore (17/12/2025), perayaan Natal ini mengusung konsep kerukunan lintas agama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Natal yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial kebersamaan. Sejumlah unsur hadir dan berbaur dalam satu ruang persaudaraan, mulai dari Pemerintah Kecamatan Plaosan, unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama setempat.
Keistimewaan perayaan Natal GPIm Sarangan tahun ini terletak pada keterlibatan lintas agama yang diwujudkan secara nyata. Panitia menggandeng warga dari berbagai latar belakang keyakinan, termasuk warga Muslim Kelurahan Sarangan, baik sebagai penerima tamu maupun pengisi acara. Kolaborasi tersebut menjadi cerminan kuatnya toleransi dan harmoni sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.
Owner Hotel Nusa Indah Sarangan sekaligus Panitia Penyelenggara, Bunda Nisan, menyampaikan bahwa perayaan Natal ini dimaknai sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarumat beragama.
“Kami tetap mengedepankan lintas agama. Di sini melibatkan empat RT, Ketua PHRI, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lingkungan sekitar. Kami juga mengundang 30 orang dari Sekolah Alkitab Tawangmangu dan 40 anak dari Panti Asuhan Maranatha Gorang-Gareng,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat yang hadir di luar perkiraan panitia turut menambah semarak perayaan.
“Persiapan awal kami sekitar 250 orang, tetapi yang hadir kurang lebih 350 orang. Ini luar biasa. Kami mengedepankan kekeluargaan karena kami sadar sebagai satu bangsa, Indonesia,” lanjutnya.
Menurut Bunda Nisan, semangat lintas agama menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan Natal kali ini.
“Saya lebih cenderung lintas agama. Meskipun kita berbeda keyakinan, kita tetap bersatu, guyub rukun. Tidak ada perbedaan Islam atau Kristen, kita adalah satu keluarga besar,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan dan doa untuk perayaan Natal di tahun mendatang.
“Untuk tahun 2026 ini menjadi beban doa saya agar ke depan perayaan Natal bisa digelar lebih semarak. Doa kami penuh kemuliaan Tuhan, banyak orang bertobat, bencana diakhiri, dan sebagai umat Nasrani kami terus berdoa syafaat bagi bangsa dan negara tercinta,” ujarnya.
Selain jemaat GPIm Sarangan, perayaan Natal ini turut dihadiri oleh berbagai elemen lainnya, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Srikandi Demokrat, serta sejumlah komunitas lainnya. Panitia mencatat sekitar 350 tamu undangan hadir, termasuk perwakilan jemaat gereja se-Kecamatan Plaosan.
Dukungan juga datang dari unsur pimpinan wilayah. Camat Plaosan, Danramil, dan Kapolsek Plaosan hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Natal yang berlangsung aman, damai, dan menjadi simbol nyata kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Magetan. (Vha)