SUMENEP NET88.CO – Panitia Seleksi (Pansel) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Sumenep resmi menunda pengumuman hasil akhir seleksi terbuka tahun 2026. Penundaan ini dilakukan karena masih menunggu rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pengumuman tersebut tertuang dalam Nomor: 15/PANSEL.JPTP-SMP/III/2026 tertanggal 28 Maret 2026. Sebelumnya, hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 27 Maret 2026, namun hingga kini masih dalam proses menunggu tiga nama kandidat terbaik dari BKN.
“Pengumuman hasil akhir pelaksanaan seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Sumenep Tahun 2026 ditunda sampai dengan diperolehnya Surat Rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara,” demikian isi pengumuman tersebut.
Sejumlah jabatan strategis yang masih menunggu hasil akhir seleksi meliputi:
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Di tengah penundaan tersebut, muncul fenomena menarik dalam proses seleksi tahun ini. Jabatan staf ahli yang selama ini dikenal kurang diminati, justru mengalami lonjakan pendaftar yang signifikan.
Jika sebelumnya posisi staf ahli kerap dianggap “sepi peminat”, kini kondisinya berbalik. Jumlah peserta disebut membludak, bahkan persaingan antar kandidat menjadi lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sejumlah kalangan menilai perubahan ini tidak lepas dari posisi staf ahli yang dinilai semakin strategis, terutama karena kedekatannya dengan kepala daerah dalam memberikan pertimbangan kebijakan di berbagai bidang.
“Biasanya jabatan staf ahli tidak banyak dilirik, tapi sekarang justru jadi rebutan,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Panitia Seleksi sendiri mengimbau seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan hingga wawancara akhir agar terus memantau informasi resmi melalui laman BKPSDM Kabupaten Sumenep maupun portal ASN Karier milik BKN.
Penundaan ini sekaligus memperpanjang dinamika persaingan yang kini semakin ketat, seiring meningkatnya minat terhadap jabatan yang sebelumnya kurang diminati tersebut.
Publik berharap, di tengah tingginya animo peserta dan proses yang masih berlangsung, seleksi tetap berjalan objektif, transparan, serta menghasilkan pejabat yang benar-benar kompeten untuk mendorong pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Moo/Red

