NEWS  

Galian C Batuan Bukan Kaleng-Kaleng,,,! Tiga Excavator Bekerja, Nama “Raja Tambang Kasengan” Disebut di Balik Matlawi

SUMENEP NET88.CO — Aktivitas tambang galian C di Desa Batuan kembali berjalan dalam skala besar. Pada Minggu (1/3/2026), tiga unit excavator langsung diturunkan dan beroperasi bersamaan di area bekas tambang H. Lan. Dump truk tampak hilir mudik mengangkut material, menandakan operasi telah dipersiapkan secara serius.

Skala ini memunculkan penilaian bahwa aktivitas tersebut bukan usaha kecil. Nilai investasi alat berat dan biaya operasional harian dinilai membutuhkan dukungan modal kuat.

Di tengah ramainya aktivitas itu, nama Matlawi kembali disebut berada di lokasi. Ia terlihat berkoordinasi dengan operator dan sopir truk. Namun sejumlah sumber menduga perannya lebih sebagai koordinator lapangan.

BACA JUGA :
Ayo Realisasikan Tunjangan BPD, Ketua Pasopati Desak Bupati dan DPRD Pati

Nama Besar di Balik Layar?

Di kalangan warga dan pelaku usaha material, muncul bisik-bisik bahwa seorang figur yang kerap dijuluki “raja tambang Kasengan” disebut-sebut berada di belakang Matlawi.

Julukan tersebut merujuk pada sosok yang selama ini dikenal memiliki jaringan alat berat dan armada angkut dalam jumlah besar dan tambang galianc di kawasan Kasengan. Namun hingga kini, informasi tersebut masih sebatas perbincangan dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak yang disebut-sebut.

BACA JUGA :
Dialog Interaktif RRI Menyapa Bersama Kapolres Aceh Barat Membangun Sinergitas Kamtibmas

“Kalau benar ada nama besar di belakangnya, itu yang harus dibuka. Jangan hanya yang di lapangan saja yang terlihat,” ujar seorang tokoh masyarakat Sumenep yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa sumber juga menyebut excavator yang kini bekerja di Batuan diduga sebelumnya berada di wilayah Kasengan. Dugaan ini belum dapat diverifikasi secara resmi.

Ujian Penegakan Hukum

Kembalinya aktivitas tambang dalam skala besar, pasca penindakan beberapa waktu lalu, memunculkan pertanyaan publik tentang efek jera dan konsistensi pengawasan.

BACA JUGA :
Kampanye Akbar, Sekjen Golkar Ajak Masyarakat Tulungagung Menangkan Paslon GABAH

Jika operasional tersebut telah mengantongi izin resmi, masyarakat meminta transparansi. Namun jika belum, publik berharap penegakan hukum tidak berhenti pada pekerja lapangan, melainkan menelusuri hingga pada pihak yang diduga memiliki kendali modal dan jaringan alat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum maupun klarifikasi dari pihak yang disebut-sebut terkait.

Yang terlihat jelas adalah tiga excavator bekerja tanpa jeda.
Yang belum terjawab adalah: siapa sebenarnya kekuatan di balik Matlawi?
Moo/Red

error: Content is protected !!