Buruknya Pelayanan Kesehatan di Sejumlah Faskes, Kadinkes Sampang Dinilai Gagal

Sampang, NET88.CO – Buruknya pelayanan kesehatan di sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Sampang Madura Jawa Timur disenyalir tak hanya terjadi di faskes Kecamatan saja melainkan di Dinas Kesehatan dan KB setempat, Sabtu (8/7/2023).

Informasi buruknya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan pemerintah Kabupaten Sampang bukan kali saja, mulai dari lambatnya pelayanan dan penanganan pasien serta tidak siaganya tenaga kesehatan di tempat pelayanan. Pemicunya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB setempat dinilai tak mampu kelola institusi dengan baik.

Indikasinya dr Najich A selaku Kadinkes dan KB gagal membina jajarannya khususnya yang ada di sejumlah Faskes dan selama ini bermasalah serta dikeluhkan masyarakat.

BACA JUGA :  Kapolres Pasuruan Ikuti Upacara Peringatan HUT TNI Ke-78 Tahun 2023*

Penilaian itu disampaikan oleh Aktivis Forum Peduli Kesehatan Masyarakat (FPKM) serta LSM Study Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (SP2M) Sampang jumat malam 7/7 di Sekretariat FPKM Kelurahan Gunung Sekar.

Chairil Saleh Aktivis LSM SP2M menyebut sosok Kadinkes memang low profil dan sederhana tetapi untuk mengelola Institusi besar dan langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat masih belum terlihat kemampuannya.

“Indikasinya sejak menjadi Pimpinan tertinggi di Dinkes dan KB terus bergulir persoalan yang merugikan masyarakat khususnya pasien di sejumlah Faskes, itu kan bentuk kegagalan dalam membina jajarannya,” ujar Chairil Saleh.

Masih menurut Chairil Saleh, seyogyanya ada parameter serta target untuk lebih mengedepankan target dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan daripada target lainnya.

BACA JUGA :  Hitungan Hari, Polresta Pati Bekuk Pelaku Pembunuhan Bayi

Seiring dengan yang disampaikan oleh Chairil Saleh, Fungsionaris FPKM Sampang Yunus Kurniawan mengaku sepakat dengan penilaian Kadinkes dan KB telah gagal membina jajarannya.

“Tidak hanya masyarakat, ulah Oknum di sejumlah Faskes membuat elemen masyarakat di sekitar dan Anggota DPRD Muda hingga dibuat geram,” tutur Yunus Kurniawan tersenyum.

Diungkap, ulah Oknum di Faskes yang merugikan masyarakat itu diduga sebagai bentuk kegalauan dengan diberlakukannya UHC, sebab dampak dari UHC ini diakui atau tidak berpengaruh terhadap capaian kapitasi baik itu untuk kepentingan Faskes sendiri maupun yang ditargetkan atasannya.

Disebut Kapitasi adalah Sistem Pembayaran yang dilaksanakan pada FKTP khususnya perawatan Rawat jalan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan didasarkan kepada jumlah peserta yang terdaftar di Faskes.

BACA JUGA :  Tidak Terawat, Saluran Sekunder Jaringan Irigasi Desa Ngentep Kawedanan Ambrol

Jadi Ia berharap agar dengan diberlakukannya UHC Kadinkes dan KB tidak perlu mentargetkan capaian Kapitasi agar Faskes tidak terbebani hingga berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan layanan Kesehatan.

Selain itu Dinkes dan KB secara terus menerus menekankan pentingnya mendahulukan kualitas layanan kepada Faskes serta mensosialisasikan prosedur pelaksanaan UHC bagi pemanfaat layanan kesehatan.

Saat dikonfirmasi terkait penilaian tersebut jumat 7/7, dr Najich A selaku Kepala Dinkes dan KB Sampang menyampaikan “Terima kasih dan akan selalu kami bina”. (Fit)

vvvv