NEWS  

Aliansi Pemuda Muslim Madura Desak MR.BALL Ditutup Permanen

SUMENEP, NET88.CO – Aliansi Pemuda Muslim Madura mendesak agar MR.BALL, tempat hiburan malam atau diskotek di Sumenep, ditutup permanen hingga seluruh regulasi dan perizinannya dinyatakan jelas oleh pemerintah daerah.

Desakan tersebut disampaikan dalam doa bersama sekaligus penyampaian aspirasi di depan MR.BALL( 21/9/2022). Koordinator Lapangan (Korlap) Faldi Aditya menyoroti sejumlah persoalan, terutama dugaan adanya anak di bawah umur yang dapat masuk ke tempat hiburan malam tersebut.

“ Pemkab Sumenep tidak mempunyai regulasi yang mengatur ijin hiburan malam dan perda miras dan kita soroti, tempat ini membiarkan anak di bawah umur untuk masuk,” ujar Faldi dalam orasinya.

Menurut Faldi, keberadaan hiburan malam pada prinsipnya tidak harus dilarang seluruhnya. Namun, ia menegaskan kegiatan tersebut harus memiliki regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat.

BACA JUGA :
Ribuan Simpatisan dan 7 Partai Pengusung Hantarkan Mas Rio dan Mbak Ulfi ke KPUD Situbondo

“Kita tidak bisa melakukan hiburan malam untuk semua orang. Harus ada hiburan malam, memang, tapi regulasinya harus jelas,” katanya.

Faldi juga mempertanyakan sikap Pemerintah Kabupaten Sumenep yang menurutnya belum memberikan pengaturan yang jelas terkait aktivitas hiburan malam.

Soroti Dugaan Anak SMP

Dalam orasinya, Faldi menyampaikan informasi mengenai seorang anak yang disebut masih duduk di bangku SMP. Ia mengklaim anak tersebut bahkan menggadaikan atau menjual sepeda motor milik tetangganya untuk mendapatkan uang yang kemudian digunakan untuk datang ke MR.BALL.

Faldi menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius, khususnya dari sisi pengawasan pengunjung di bawah umur.

“Pemilik MR.BALL jangan hanya menghitung keuntungan. Jangan sampai masa depan generasi muda di kota kita yang dikorbankan,” tegasnya

BACA JUGA :
Pelatihan Efektif: Mengintip Program P-INPO untuk Petani

Soroti Jam Operasional

Faldi juga menyinggung persoalan jam operasional MR.BALL. Ia menyebut sebelumnya terdapat komitmen agar tempat tersebut berhenti beroperasi sekitar pukul 00.00 WIB.

Namun, menurut dia, pelaksanaan di lapangan dinilai tidak selalu sesuai dengan komitmen tersebut.

“Sudah berjanji jam 12 akan tutup, tetapi dari hari ke hari tutupnya sampai subuh lagi,” ujarnya.

Ia juga mengklaim bahwa keributan kerap terjadi di luar lokasi setelah tempat hiburan tersebut tutup.

“Bukan sekali dua kali. Setiap tutup itu pasti ada yang bertengkar di luar,” kata Faldi.

Atas berbagai persoalan tersebut, Aliansi Pemuda Muslim Madura menegaskan tuntutannya agar MR.BALL ditutup sampai aspek perizinan dan regulasinya benar-benar jelas.

BACA JUGA :
Tebang Habis Pohon Pinus BKPH Sukosari, Mendapat Perhatian Dari Dua Pilar Utama Forkopimcam Sumber Wringin

“Karena itu, tutup. Tidak ada negosiasi,” tegas Faldi dalam orasinya.

Ia menambahkan, pihaknya akan kembali menyampaikan aspirasi apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan kejelasan.

“Kami sepakat akan kembali lagi,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait regulasi dan pengawasan usaha hiburan malam yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

Manajemen MR.BALL juga belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan anak di bawah umur, persoalan jam operasional maupun tudingan keributan yang disampaikan dalam orasi.

NET88.CO membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun manajemen MR.BALL untuk memberikan penjelasan atas seluruh pernyataan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

moo/Red

error: Content is protected !!