MAGETAN – NET88.CO — Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Perusahaan Nasional Konstruksi Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Magetan menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi. Selain membahas tantangan dunia usaha jasa konstruksi, forum tersebut juga menandai pergantian kepemimpinan untuk periode 2026–2031.
Dalam tonggak kepengurusan baru tersebut, Nur Reza Wijayanti dipercaya memimpin GAPENSI Magetan, menggantikan Agung Zainuddin Effendy yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya.
Pergantian ketua ini diharapkan menjadi awal pembaruan organisasi sekaligus memperkuat peran GAPENSI dalam mendorong profesionalisme dan daya saing perusahaan konstruksi lokal di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.
Muscab X GAPENSI Magetan digelar di Hotel Bukit Bintang Magetan, Rabu (4/11/2026), dengan mengusung tema “Adaptabilitas, Transformasi Digital, dan Kolaborasi Pembangunan Nasional”. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, serta dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, jajaran pengurus, dan anggota GAPENSI.
Dalam sambutannya, Suyatni menekankan bahwa sektor jasa konstruksi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, keberadaan GAPENSI diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berhimpun para pengusaha, tetapi juga mampu menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berkualitas.
Menurutnya, perubahan regulasi dan persaingan dunia usaha menuntut para pelaku konstruksi untuk terus meningkatkan kemampuan. Kompetensi sumber daya manusia (SDM), profesionalisme perusahaan, serta efisiensi dalam menjalankan usaha menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

“Kompetensi harus terus ditingkatkan, termasuk kualitas sumber daya manusia (SDM), sesuai tuntutan regulasi maupun persaingan dunia usaha jasa konstruksi. Ini menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan oleh GAPENSI,” ujarnya.
Suyatni juga berharap Muscab menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, termasuk hambatan usaha, peluang pemberdayaan, hingga kebutuhan penyesuaian kebijakan pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang turut mengemuka berkaitan dengan standar harga satuan pekerjaan konstruksi di Kabupaten Magetan. Sejumlah anggota GAPENSI menilai standar harga tersebut masih relatif rendah apabila dibandingkan dengan tingkat provinsi maupun nasional.
Menanggapi hal itu, Suyatni menyampaikan bahwa masukan dari para pelaku usaha perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Kebijakan yang diterapkan diharapkan mampu mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha jasa konstruksi.
Sementara itu, pergantian kepemimpinan dalam tubuh GAPENSI Magetan menjadi salah satu agenda penting dalam Muscab kali ini. Nur Reza Wijayanti yang dipercaya menakhodai organisasi periode 2026–2031 dihadapkan pada harapan besar untuk melanjutkan program organisasi sekaligus menghadirkan pembaruan sesuai kebutuhan anggota.
Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kapasitas perusahaan anggota, serta memperluas ruang kolaborasi dengan pemerintah maupun sektor swasta.

Di sisi lain, Agung Zainuddin Effendy selaku ketua sebelumnya menyampaikan bahwa Muscab ke-10 merupakan momentum berakhirnya masa kepengurusan yang dipimpinnya sekaligus kesempatan bagi organisasi untuk melakukan regenerasi.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa energi dan inovasi baru, tanpa meninggalkan upaya peningkatan kompetensi serta profesionalisme yang selama ini menjadi perhatian organisasi.
Agung mengingatkan bahwa tantangan pengusaha konstruksi semakin berat seiring perubahan regulasi pemerintah yang berlangsung hampir setiap tahun. Kondisi tersebut mengharuskan perusahaan terus memperbarui kemampuan, baik dari sisi teknis, administrasi, maupun pemenuhan persyaratan pekerjaan konstruksi.
“Regulasi pemerintah di bidang konstruksi hampir setiap tahun mengalami perubahan. Karena itu, teman-teman pengusaha harus terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan agar bisa mengikuti perkembangan aturan yang berlaku,” ungkap Agung kepada Petisi.co.
Ia juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap peluang pekerjaan konstruksi, terutama proyek-proyek yang bersumber dari pemerintah. Menurutnya, para pengusaha tidak boleh hanya bergantung pada pekerjaan yang dibiayai APBN maupun APBD.
Peluang di sektor swasta perlu mulai diperluas melalui penguatan jaringan usaha, peningkatan kualitas pekerjaan, dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan.
“Jangan hanya melihat sumber rezeki dari pemerintah. Peluang juga ada di sektor swasta. Jadi, kemampuan harus terus ditingkatkan agar bisa bersaing, baik dalam pekerjaan pemerintah maupun swasta,” tegasnya.
Agung turut berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap dinamika usaha jasa konstruksi, khususnya menyangkut standar harga pekerjaan dan penerapan regulasi. Sebab, ketentuan pekerjaan konstruksi yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD kabupaten harus mengikuti kebijakan pemerintah yang terus mengalami pembaruan.
Dengan terbentuknya kepemimpinan GAPENSI Magetan periode 2026–2031 di bawah Nur Reza Wijayanti, organisasi kini memasuki babak baru. Tantangannya bukan hanya menjaga eksistensi asosiasi, tetapi juga memastikan para anggota mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan aturan, serta persaingan pasar konstruksi.
Regenerasi kepemimpinan diharapkan menjadi momentum pembenahan organisasi agar GAPENSI semakin solid, aspiratif, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya secara profesional.
Sementara bagi para pengusaha konstruksi, peningkatan kompetensi dan perluasan peluang usaha menjadi kunci untuk tetap bertahan sekaligus berkembang di tengah kebijakan efisiensi dan perubahan industri.
Agung berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan semangat peningkatan kapasitas anggota dan menjaga keberlangsungan usaha konstruksi di Kabupaten Magetan.
“Harapan kami, ke depan ada regenerasi dan kompetensi yang terus meningkat. Semoga teman-teman bisa tetap survive serta menjalankan usaha sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (Dk)






