PAMEKASAN, NET88.CO – Wakil Ketua DPRD Pamekasan dari Fraksi Demokrat, Ismail, soroti kekeringan dan banjir yang langganan tiap tahun di Pamekasan. Ia dorong pemetaan komprehensif dan antisipasi dini!
“Kekeringan tiap kemarau, hujan kebanjiran. Harus ada pemetaan wilayah jauh-jauh hari, bukan dadakan,” tegas Ismail.
Ia apresiasi progres Pemkab, seperti tandon besar di wilayah tanpa sumber air dan normalisasi sungai di perkotaan bersama Dinas SDA Provinsi Jatim yang sudah kurangi banjir perkotaan di Kali Klumpang dan Kali Semajid.
SOLUSI: TANDON, BOR, DAN KECAMATAN TANGGUH BENCANA!
Ismail jelaskan, untuk wilayah tanpa sumber air seperti Proppo, Tlanakan, dan Tlaseh yang airnya asin hingga kedalaman 83 meter, solusinya tandon besar dan suplai tangki. Sementara wilayah sumber air melimpah seperti Larangan Slampar dan Kukul cukup bor <50 meter.
Ia bedakan, embung untuk irigasi pertanian, sedangkan air minum butuh SPAM dan pipanisasi.
“Demokrat mendorong BPBD bentuk Kecamatan Tangguh Bencana di tiap kecamatan agar ada relawan, informasi cepat, tidak sporadis nunggu viral di TikTok baru ditangani,” ujarnya.
Ismail sebut bantuan air bersih terus jalan via BPBD, termasuk di Perta Tingkir Tlanakan dan pesantren, bahkan anggaran darurat sudah bergerak berbulan-bulan.
Harapannya, Pemkab sigap layani kebutuhan dasar air, masyarakat proaktif lapor via Kades, dan kawasan permukiman perdesaan segera ditetapkan agar bantuan utilitas dan MBR lebih jelas.
Air adalah kebutuhan pokok, pemetaan jelas, Pamekasan bebas krisis air.(Jo)

